Seorang siswa terbaik lulusan sekolah menengah di North Carolina dihentikan di tengah pidatonya setelah menyimpang dari naskah yang telah disetujui dalam upacara kelulusan. Leen Hijaz mengkritik kebijakan terkait ICE dan menyatakan dukungannya terhadap Palestina dalam acara pada 28 Mei tersebut. Pihak sekolah kemudian mengonfirmasi bahwa ia telah menerima ijazahnya.
Leen Hijaz, seorang siswa Muslim di Clayton High School di Johnston County, meninggalkan pidato yang telah disetujui sebelumnya dan membahas berbagai isu, termasuk penderitaan rakyat di Palestina serta keluarga yang terdampak oleh penegakan hukum ICE. Ia menyatakan bahwa setiap orang memiliki suara untuk digunakan ketika orang lain di seluruh dunia berjuang untuk didengar. Para lulusan lainnya tampak bingung saat Hijaz melanjutkan pidatonya, yang memicu Kepala Sekolah Melissa Hubbard untuk turun tangan dan mengakhiri pidato tersebut. Video insiden ini beredar luas di media sosial. Hijaz kemudian mengunggah pernyataan di TikTok yang menuduh pihak sekolah bersikap rasis dan mengklaim ijazahnya ditahan. Johnston County Public Schools mengonfirmasi bahwa ijazah tersebut telah diberikan. Pihak pimpinan sekolah menyatakan bahwa para administrator bertindak untuk menjaga fokus dan integritas acara, bukan untuk membatasi ekspresi siswa.