Selama libur Tahun Baru Imlek 2026 dari 15 hingga 23 Februari, Thailand menjadi tujuan utama bagi pelancong keluar China, menarik sekitar 250.000 pengunjung, peningkatan 60.000 dari tahun sebelumnya. Lonjakan ini menyusul pembatasan dan pembatalan penerbangan ke Jepang, yang melihat kedatangan China turun menjadi 130.000, setengah dari 260.000 tahun lalu. Perpindahan ini berasal dari ketegangan politik berkelanjutan antara China dan Jepang.
Libur Tahun Baru Imlek tahun 2026, yang berlangsung sembilan hari dari 15 hingga 23 Februari, menandai pengalihan signifikan dalam rencana perjalanan China. Menurut laporan, sekitar 250.000 wisatawan China mengunjungi Thailand, melampaui perkiraan pemerintah Thailand sebesar 241.000 untuk periode 13-22 Februari. Ini merupakan peningkatan 60.000 dari libur yang sama tahun lalu, meskipun ada kekhawatiran sebelumnya tentang isu keamanan di Asia Tenggara. Penyebab utama adalah gangguan perjalanan ke Jepang, termasuk pembatasan dan pembatalan penerbangan antara 15 dan 23 Februari. Masalah ini menyebabkan banyak pelancong China, yang awalnya merencanakan perjalanan ke Jepang, memilih alternatif terdekat seperti Thailand. Akibatnya, Jepang hanya menerima 130.000 pengunjung China, turun dari 260.000 tahun sebelumnya. Penurunan itu disebabkan oleh ketegangan Sino-Jepang yang berkepanjangan, dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae pada November 2025 tentang intervensi potensial dalam keadaan darurat Taiwan. Pihak berwenang China mengeluarkan peringatan perjalanan ke Jepang, dan maskapai China membatalkan ribuan penerbangan. Data penerbangan menunjukkan kapasitas kursi udara China-Jepang turun menjadi 125.717 kursi minggu lalu, dibandingkan 192.262 pada awal Desember tahun sebelumnya. Di Phuket, tujuan utama Thailand, wisatawan China memperpanjang masa menginap mereka, menyumbang perkiraan 600 juta baht untuk pendapatan pariwisata lokal. Tren ini mencerminkan preferensi yang lebih luas untuk tujuan regional di tengah ketidakpastian perjalanan jarak jauh. Tempat populer lainnya bagi pelancong China selama liburan termasuk Korea, Malaysia, dan Singapura, dengan negara-negara Asia Tenggara, Hong Kong, dan Makau difavoritkan untuk penerbangan di bawah empat jam dari daratan China. Daya tarik Phuket, dengan pantai dan aksesibilitasnya, mendapat manfaat dari pergeseran ini, karena wisatawan menikmati kunjungan yang lebih panjang daripada pelarian singkat. Secara keseluruhan, Phuket menyambut 14,1 juta pengunjung dalam setahun terakhir, menghasilkan 546 miliar baht pendapatan. Liburan ini menekankan ketahanan pariwisata regional, dengan Thailand memanfaatkan pergeseran menjauh dari Jepang.