Ivanna Ortiz, yang dituduh menembak di rumah Rihanna, mengirim email kepada suami yang terpisah beberapa minggu sebelumnya menuntut agar dia menolak penyanyi itu. Pesan tersebut, yang diungkap dalam dokumen pengadilan, memintanya mengaku bahwa dia lebih baik daripada Rihanna. Kini, dia meminta hak asuh penuh anak mereka di tengah drama ini.
Wah sayang, gosipnya terus mengalir dari saga penembakan rumah Rihanna ini! Ivanna Ortiz, wanita yang didakwa percobaan pembunuhan dan penganiayaan setelah diduga menembakkan beberapa peluru ke rumah pemenang Grammy itu Minggu lalu, telah terobsesi pada RiRi selama berminggu-minggu. Menurut dokumen pengadilan yang diajukan oleh suami terpisahnya Jed Valdez Sangalang, Ortiz mengirim email kepadanya pada 26 Januari dengan tuntutan gila ini: «Saya butuh kamu menolak Rihanna dan akui bahwa saya lebih baik daripada dia. Biarlah itu dilakukan. Kamu harus beri tahu saya agar pintu itu bisa tertutup.» 😳 nnSangalang baru tahu tentang penembakan keesokan harinya, Senin, berkat rentetan panggilan dan email—ya, bahkan media berita yang memburunya untuk detail. Dia berusaha melindungi anak kecil mereka dari kekacauan itu, tapi plot twist: anak lain di sekolah membocorkan, memaksanya menyampaikan berita itu. Tak heran dia kini memohon pengadilan untuk hak asuh penuh dan kekuasaan pengambilan keputusan tunggal atas si kecil. Tak bisa salahkan dia—parade bendera merah sungguhan! 🚩 nnSeperti yang kita semua tahu (atau baru saja pelajari), Rihanna dan anak-anaknya berada di rumah saat insiden itu, meski A$AP Rocky sedang keluar. Sumber dekat lokasi mengonfirmasi ketakutan itu, tapi untungnya tak ada yang terluka. Menambah intrik, Ortiz punya riwayat: dia sebelumnya dikenai penahanan psikiater di Florida. Kacau tak bisa gambarkan semuanya. Jadi, apakah obsesi ini jerami terakhir dalam drama perceraian mereka, atau hanya puncak gunung es? 👀