President Prabowo Subianto signed Indonesia's membership in the Gaza Peace Council on January 22, 2026, in Davos, Switzerland, without needing to pay the US$1 billion fee required by initiator Donald Trump. The Foreign Ministry stated contributions are voluntary, while Foreign Minister Sugiono emphasized the body as a temporary mechanism for peace in Gaza supported by UN Security Council Resolution 2803.
Indonesia joins Gaza peace council without billion-dollar fee
What people are saying
Reactions on X to Indonesia joining the Trump-initiated Gaza Peace Council without the $1 billion fee are mixed. Supporters, including official accounts, view it as a strategic diplomatic move to advocate for Gaza's reconstruction and Palestinian rights under UN resolutions. Critics and skeptics, including public figures, question the council's legitimacy, fear hidden fees or business interests (e.g., Kushner developments), Trump's lifelong chairmanship, Israeli involvement, and potential undermining of Palestinian sovereignty outside UN frameworks.
Resmi!
— TxtdariHI (@TxtdariHI) January 22, 2026
Presiden Prabowo menandatangani Piagam Dewan Perdamaian untuk Gaza di sela-sela WEF 2026.
Menurut Prabowo ini sebagai wujud komitmen Indonesia dalam memperjuangkan solusi dua negara bagi Palestina. pic.twitter.com/z0hmAeQ7MM
Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Piagam Board of Peace di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1).
— MoFA Indonesia (@Kemlu_RI) January 23, 2026
Penandatanganan ini menandai dimulainya Board of Peace sebagai badan internasional untuk mengawal transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik. pic.twitter.com/dAUfXSt8eT
Terima kasih atas penjelasan @Menlu_RI re Dewan Perdamaian, namun sy lihat penjelasan beliau terlalu abstrak & normatif thdp masalah yg kontroversial, sangat rumit & pastinya penuh ranjau.
— Dino Patti Djalal (@dinopattidjalal) January 23, 2026
Sbg negosiator 🇮🇩 utk DewanPerdamaian, Menlu Sugiono perlu berikan penjelasan lebih…
Menguji Dewan Perdamaian Gaza dan Diplomasi Indonesia
— Ustadz Fahmi Salim (UFS) (@Fahmisalim2) January 24, 2026
Oleh Fahmi Salim, Direktur Baitul Maqdis Institute & Wakil Ketua Komisi HLNKI MUI Pusat
Saat pemerintah mengumumkan keterlibatan Indonesia dalam sebuah Dewan Perdamaian Gaza, publik seharusnya tidak buru-buru bertepuk…
"Gaza Baru" dibangun di atas ratusan ribu-jutaan tulang orang Palestina yang menjadi korban genosida.
— Logos ID (@logos_id) January 22, 2026
Sama seperti bagaimana villa-villa mewah di Bali dibangun di atas kuburan massalh korban genosida 1965.
Sejarah berulang, di berbagai tempat... https://t.co/HXvXH9mVKE