Ace Greene buka suara terkait dampak dari pernyataannya di masa lalu mengenai hubungan Nic dan Olandria dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Ia mengakui berbicara dari rasa sakit hati setelah pertemuan yang rumit tahun lalu. Bintang reality show ini juga mengapresiasi dukungan keluarga yang membantunya melewati kritik keras di dunia maya.
Ace Greene berbincang dengan Barron Harris di podcast Life Without the Game untuk merefleksikan kehebohan yang muncul setelah komentarnya mengenai Nic Van dan Olandria Carthen. Ia menjelaskan bahwa perkataannya muncul karena merasa sakit hati setelah Nic tidak membelanya dan menekankan bahwa ia tidak pernah bermaksud memicu kebencian terhadap Olandria. Keduanya dilaporkan telah berdamai pada minggu yang sama, namun episode tersebut tetap merenggangkan hubungan mereka. Mantan kontestan Love Island USA itu juga menggambarkan beban kesehatan mental akibat kecaman tersebut, yang ia bandingkan dengan lemparan batu. Ia memuji Tuhan, ibunya, dan doa keluarga karena telah menjaganya tetap stabil selama periode tersebut. Greene mencatat tantangan dalam menerima kritik sekaligus pengampunan dalam iklim cancel culture saat ini. Pengguna media sosial di The Shade Room Teens memberikan reaksi yang beragam, dengan sebagian menyebutnya iri terhadap kesuksesan pasangan tersebut, sementara yang lain membela haknya untuk mengakui kesalahan. Beberapa pihak menunjukkan bahwa ia telah meminta pertanggungjawaban secara terbuka.