Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat sedang membangun jembatan darurat jenis bailey di Jorong Sikabau, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Sumatera Barat, untuk menghubungkan jalan yang terputus akibat banjir bandang. Upaya ini dipimpin oleh Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol dan dimulai sejak Senin (8/12), dengan melibatkan beberapa satuan zeni. Jembatan ini diharapkan memperlancar distribusi bantuan dan memulihkan mobilitas warga.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono, menyatakan bahwa jajarannya sedang membangun jembatan darurat di wilayah yang terdampak banjir bandang di Sumatera Barat. Lokasi spesifik adalah Jorong Sikabau, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, di mana jalan sebelumnya terputus total akibat luapan air.
Donny, yang dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa (9/12), menjelaskan bahwa Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengerahkan personel untuk proyek ini. Pembangunan dimulai sejak Senin (8/12), melibatkan Denzipur 2/Prasada Sakti Payakumbuh, Batalyon TP 896/Serumpun Pseko Jambi, dan Koramil 07/Air Bangis.
Saat ini, personel Satuan Zeni sedang menata fondasi, menyusun panel baja, serta merakit struktur bailey yang dikenal efisien untuk situasi darurat. "Setiap komponen dirakit dengan cermat guna memastikan keamanan dan ketahanan jembatan," ujar Donny.
Meskipun belum dapat memastikan waktu penyelesaian, Donny menekankan bahwa tim akan bekerja secepat mungkin. Jembatan ini diharapkan membuka akses baru untuk distribusi bantuan, memulihkan mobilitas warga, dan mendukung pemulihan ekonomi pascabencana di wilayah tersebut. Banjir bandang di Sumatera Barat merupakan bagian dari serangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra sejak akhir November, menyebabkan kerusakan infrastruktur luas.