Arsenal ingin perpanjang keunggulan atas Chelsea di laga puncak Premier League

Arsenal menuju Stamford Bridge sebagai pemuncak Premier League dengan keunggulan enam poin atas Chelsea di posisi kedua. The Gunners sedang dalam tren tak terkalahkan 16 pertandingan, sementara Chelsea berambisi merapatkan jarak dalam bentrokan krusial puncak tabel ini. Kedua tim tampil kuat usai kemenangan Liga Champions baru-baru ini.

Pertandingan unggulan Premier League pada Minggu, 30 November 2025, mempertemukan pemimpin klasemen Arsenal melawan penantang Chelsea di Stamford Bridge. Arsenal, yang dilatih Mikel Arteta, mendominasi dengan keunggulan enam poin di puncak berkat tren tak terkalahkan 16 laga sejak kekalahan terakhir pada 31 Agustus di Liverpool. Mereka baru saja mengalahkan Tottenham 4-1 di derby London utara dan menyusul dengan kemenangan 3-1 di Liga Champions atas Bayern Munich, menjadikan mereka satu-satunya tim yang memenangkan kelima laga fase liga di kompetisi elit Eropa musim ini.

Chelsea, di bawah Enzo Maresca, berada di posisi kedua usai memenangkan lima dari enam laga Premier League terakhir. Mereka mendapat hari istirahat ekstra usai kemenangan 3-0 di Liga Champions atas Barcelona pada Selasa. Maresca meremehkan dampak langsung kemenangan, menyatakan: "Kami masih punya lima atau enam bulan lagi. Penting di mana kami berada di Februari atau Maret, kita lihat nanti." Kemenangan akan menempatkan Chelsea hanya tiga poin di belakang Arsenal.

Kabar Tim Arsenal

Arsenal berbaris dalam formasi 4-3-3: David Raya di gawang; Jurrien Timber, Cristhian Mosquera, Piero Hincapie, dan Riccardo Calafiori di pertahanan; Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Eberechi Eze di lini tengah; serta Bukayo Saka, Mikel Merino, dan Gabriel Martinelli di depan. Leandro Trossard absen karena cedera dari laga Bayern, sementara William Saliba bergabung dengan Gabriel Magalhães di daftar cedera—Gabriel dengan masalah paha yang diharapkan kembali akhir Desember. Viktor Gyökeres dan Gabriel Jesus yang absen jangka panjang di bangku cadangan, dengan Kai Havertz menargetkan kembalinya awal Desember dari masalah lutut.

Kredensial Juara Chelsea

Data menonjolkan keunggulan Arsenal: mereka memimpin metrik defensif dengan +1 non-penalty expected goals (npXG) per pertandingan, esensial bagi penantang gelar. Chelsea menyamai output serangan Arsenal tapi tertinggal di pertahanan. Marc Cucurella mencatat inkonsistensi melawan tim lemah: "Saya pikir kami kehilangan poin musim ini melawan tim yang seharusnya kami kalahkan." Arsenal unggul di set-piece dengan 10 gol (xG 7.88), sementara Chelsea punya delapan (xG 5.44) tapi kesulitan defensif (xG lawan 6.40). Rekor Chelsea lawan Arsenal buruk, hanya satu kemenangan dari 11 pertemuan Premier League terakhir dan nihil di enam kunjungan Gunners ke Stamford Bridge. Cole Palmer fit bermain meski absen dua bulan.

Kejutan Chelsea—rata-rata usia XI awal 24 tahun 169 hari—masih faktor, karena tak ada tim yang juara Premier League dengan rata-rata di bawah 25. Maresca optimis: "Tentu saja, berbeda dibanding setahun lalu karena kami sudah satu tahun lagi bersama." Penyerang Liam Delap yakin Chelsea bisa bersaing merebut gelar atau Liga Champions.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak