Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mendoakan agar pihak-pihak yang menolak pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dapat mengikhlaskan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto dan meminta masyarakat dewasa dalam berbangsa. Penganugerahan dilakukan pada 10 November 2025 di Istana Negara, Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua RI Soeharto pada 10 November 2025 di Istana Negara, Jakarta. Plakat dan dokumen gelar diserahkan kepada putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut, yang didampingi adiknya Bambang Trihatmodjo. Penganugerahan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025, mengakui jasa Soeharto di bidang perjuangan bersenjata dan politik sejak masa kemerdekaan.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia merespons penolakan terhadap gelar tersebut dengan doa agar para penolak bisa ikhlas. Pada acara HUT ke-61 Partai Golkar di Jakarta Barat pada 14 November 2025 malam, ia berkata, "Kalau ada yang masih belum mau ikhlaskan, saya doakan, mudah-mudahan mereka bisa ikhlaskan." Bahlil menambahkan saran beribadah untuk mendapat rahmat Tuhan, dan menganggap pro-kontra sebagai hal lumrah dalam demokrasi. Ia menekankan bahwa tidak ada manusia sempurna kecuali Tuhan, tapi bagi Golkar, gelar itu pantas diberikan mengingat Soeharto memimpin 32 tahun, menjadi Ketua Dewan Pembina DPP Golkar, dan berkontribusi besar. Bahlil mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan Prabowo atas anugerah ini.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Prabowo pada 14 November 2025 di Jakarta. Ia menyebut proses penetapan melalui mekanisme ketat oleh Dewan Tanda Kehormatan. Menanggapi perdebatan publik, Gibran mengajak masyarakat menunjukkan kedewasaan berbangsa. "Ini dapat menjadi momentum tepat untuk menunjukkan kedewasaan dalam berbangsa, serta mengutamakan rekonsiliasi dan persatuan," ujarnya. Sebelumnya, pada 7 November 2025 di Semarang, Gibran mendukung pencalonan Soeharto atas jasanya dalam swasembada pangan dan pengentasan kemiskinan.