Mini-album ketiga Blackpink 'Deadline' telah mencetak rekor baru untuk grup gadis K-pop dengan penjualan minggu pertama 1,77 juta kopi. Rilis ini menandai kembalinya grup setelah hampir tiga tahun, meraih kesuksesan streaming global kuat dan penempatan di tangga lagu Inggris. Namun, ia mengalami kemunduran di M Countdown Korea Selatan, kalah dari grup rookie Hearts2Hearts.
Blackpink merilis mini-album ketiga mereka 'Deadline' pada awal Maret 2026, setelah hiatus hampir tiga tahun. Album ini segera menjadi fenomena global, memecahkan rekor utama di bidang streaming, menurut laporan dari outlet musik ternama. n nDalam hal penjualan, 'Deadline' terjual lebih dari 1,77 juta kopi pada minggu pertamanya, menetapkan patokan baru untuk grup gadis K-pop, sebagaimana dikonfirmasi oleh berbagai sumber termasuk SBS Star dan MK. Pada UK Official Charts tanggal 6 Maret, album ini debut di No. 11 pada tangga album Top 100, sementara single utama 'GO' masuk di No. 44 pada Official Singles Top 100. Selain itu, 'APT.' milik anggota Blackpink Rosé bertahan di No. 85, menandai minggu ke-63 berturut-turut di tangga lagu tersebut. Lagu-lagu dari soundtrack film animasi Netflix 'KPop: Demon Hunters', seperti 'Golden' di No. 24, 'Takedown' di No. 80, dan 'Soda Pop' di No. 81, juga tetap berada di tangga lagu single. n nMeskipun sukses internasional, penerimaan album di Korea Selatan cenderung campuran. Pada episode M Countdown 5 Maret, 'GO' Blackpink mencetak 8.239 poin, kalah dari 'RUDE!' grup rookie Hearts2Hearts yang meraih 9.398 poin untuk kemenangan posisi pertama. K-netizen telah menyoroti kekalahan ini, dengan beberapa mengomentari bahwa comeback terasa monoton dan grup kurang sinkron setelah rilis solo individu masing-masing. Yang lain menunjuk kurangnya promosi dan koreografi sebagai faktor pemberi dukungan terbatas di program musik Korea Selatan. Opini ini mengindikasikan perlunya Blackpink menyesuaikan strategi grup guna mempertahankan relevansi di scene K-pop.