Episode 25 November 2025 Bloomberg Crypto membahas bagaimana perusahaan akuisisi tujuan khusus, atau SPAC, semakin mengintegrasikan perusahaan perbendaharaan kripto. Para tamu membahas implikasi tren ini terhadap keuangan terdesentralisasi. Bailey Lipschultz dari Bloomberg menggambarkan fenomena ini sebagai 'turducken kripto'.
Pada 25 November 2025, Bloomberg Crypto menayangkan episode yang berfokus pada orang-orang, transaksi, dan teknologi yang membentuk keuangan terdesentralisasi. Acara tersebut menyoroti lonjakan SPAC, atau perusahaan cek kosong, yang melekat pada perusahaan perbendaharaan kripto, menciptakan apa yang disebut seorang analis sebagai 'turducken' keuangan.
Bailey Lipschultz, reporter Bloomberg, bergabung dalam diskusi, menyatakan, “Semuanya terlihat seperti turducken (kripto), di mana kita hanya memasukkan satu hal ke dalam yang lain.” Segmen ini membahas bagaimana struktur ini melapisi aset kripto di dalam SPAC.
Episode lengkap menampilkan tamu termasuk Ekonom PIMCO Tiffany Wilding, CEO Dynamix Andrejka Bernatova, dan CEO Hyperion DeFi Hyunsu Jung. Bernatova, dalam klip terkait, berargumen bahwa SPAC 'berfungsi' dan dapat 'mempercepat' sebuah perusahaan. Jung membahas potensi pertumbuhan DeFi, mencatat lonjakan pendapatan on-chain.
Segmen lain menyentuh pengaruh potensial Federal Reserve, dengan komentar tentang apa yang bisa dibawa Kevin Hassett ke peran tersebut. Episode ini menekankan persimpangan antara keuangan tradisional dan kripto, di tengah ledakan perbendaharaan kripto yang dilaporkan memicu aktivitas SPAC.
Tidak ada jadwal waktu spesifik untuk kesepakatan yang dirinci, tetapi diskusi menekankan tren yang sedang berlangsung di sektor tersebut pada akhir November 2025.