ByteDance berjanji perlindungan untuk Seedance 2.0 setelah keluhan Hollywood

ByteDance berjanji untuk memperkuat perlindungan pada generator video AI barunya, Seedance 2.0, setelah backlash dari studio Hollywood terkait isu hak cipta. Alat tersebut, yang dirilis kurang dari seminggu lalu, menghasilkan klip viral yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt, memicu surat perintah berhenti dari Disney dan Paramount Skydance.

ByteDance merilis Seedance 2.0, alat pembuat video AI, kurang dari seminggu sebelum 16 Februari 2026. Peluncuran tersebut segera menuai kritik setelah klip yang dihasilkan AI menjadi viral menggambarkan Tom Cruise dan Brad Pitt bertarung, memicu kemarahan seniman dan menimbulkan kekhawatiran tentang pelanggaran hak kekayaan intelektual. nBeberapa surat perintah berhenti telah dikirim ke ByteDance terkait Seedance 2.0. Pada Jumat, The Walt Disney Company mengeluarkan satu, mengklaim alat tersebut menggunakan “perpustakaan bajakan dari karakter berhak cipta Disney dari Star Wars, Marvel, dan franchise Disney lainnya, seolah-olah hak kekayaan intelektual Disney yang dihargai adalah clip art domain publik gratis.” Disney memberikan contoh termasuk video dengan Spider-Man dan Darth Vader. nParamount Skydance juga dilaporkan mengeluarkan surat perintah berhenti kepada ByteDance untuk menghentikan penggunaan materinya, menurut BBC. nSebagai tanggapan, ByteDance mengeluarkan pernyataan kepada BBC: “Kami sedang mengambil langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan saat ini saat kami bekerja untuk mencegah penggunaan tidak sah atas hak kekayaan intelektual dan kemiripan oleh pengguna.” Perusahaan menambahkan bahwa ia “menghormati hak kekayaan intelektual dan kami telah mendengar kekhawatiran terkait Seedance 2.0.” ByteDance tidak memberikan detail lebih lanjut tentang bagaimana ia berencana menerapkan perubahan ini ketika ditanya. nInsiden ini menyoroti ketegangan yang sedang berlangsung di industri AI terkait penggunaan kemiripan dan materi berhak cipta dalam alat generatif.

Artikel Terkait

Paramount has issued a cease-and-desist letter to ByteDance, accusing its AI models Seedance and Seedream of infringing on the studio's intellectual property. The letter joins a similar action by Disney and demands the immediate removal of infringing content. This move highlights growing concerns in Hollywood over unauthorized use of creative works in AI training.

Dilaporkan oleh AI

The Motion Picture Association has urged TikTok owner ByteDance to halt its new AI model, Seedance 2.0, which enables users to generate deepfakes from copyrighted movies and TV shows. A viral video depicting Tom Cruise fighting Brad Pitt has highlighted concerns over unauthorized use of studio material. A screenwriter for 'Deadpool & Wolverine' warned that such AI advancements signal major changes for the industry.

ByteDance telah mengonfirmasi kesepakatan untuk mentransfer kontrol mayoritas operasi TikTok di AS kepada investor Amerika, menghindari larangan potensial tahun depan. Kesepakatan ini melibatkan pemain kunci seperti Oracle dan Silver Lake, dengan perusahaan induk China mempertahankan saham minoritas. Langkah ini mengikuti tahun-tahun kekhawatiran keamanan nasional dan negosiasi di bawah Presiden Trump.

Dilaporkan oleh AI

Music labels and tech companies are addressing the unauthorized use of artists' work in training AI music generators like Udio and Suno. Recent settlements with major labels aim to create new revenue streams, while innovative tools promise to remove unlicensed content from AI models. Artists remain cautious about the technology's impact on their livelihoods.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak