Chappell Roan dengan cepat menarik tribut Instagram-nya untuk Brigitte Bardot yang telah meninggal setelah penggemar menunjukkan pandangan bermasalah sang ikon. Bintang pop queer itu mengakui tidak tahu sejarah pernyataan homofobik dan xenofobik Bardot. Roan mengganti postingan itu dengan permintaan maaf, menyebut pengungkapan itu 'gila'.
Oh, sayang, bicara tentang plot twist! Chappell Roan, sensasi berusia 27 tahun 'Pink Pony Club' dan pendukung LGBTQ+ yang garang, penuh hati dan nostalgia saat meratapi kematian Brigitte Bardot di usia 91 akhir pekan lalu. Dalam postingan Instagram aslinya, dia bergembira, "Dia inspirasi saya untuk 'Red Wine Supernova'. Selamat beristirahat, Nona Bardot ♡." Sepertinya cukup polos—merayakan gaya bom seks Prancis dan pekerjaan hak hewan, kan? 💔
Tapi plot twist: penggemar tidak terima. Ternyata, Bardot punya sisi berantakan serius, termasuk denda berulang karena memicu kebencian rasial (per laporan BBC), cercaan homofobik di wawancara dan buku, ocehan anti-imigran, bahkan mengecam gerakan #MeToo pada 2018. Sebagai artis queer terkemuka, tribut Chappell terasa salah bagi basis penggemar pendukungnya, yang membanjiri komentar dengan gosip. Kini mata terbuka lebar! 👀
Berita menyebar cepat di kalangan seleb, dan Chappell langsung tanggap. Dia hapus postingan dan unggah Story permintaan maaf: "Sialan. Saya tidak tahu semua omong kosong gila yang diperjuangkan Nona Bardot. Jelas, saya tidak mendukung ini. Sangat mengecewakan belajarnya." No cap, ini kasus klasik penyembahan idola yang salah—Chappell pikir dia sedang bersulang untuk ikon gaya, bukan masuk kontroversi. Sumber dekat situasi (halo, TMZ dan Yo Gossip) konfirmasi dia kaget, fokus hanya pada warisan glamor Bardot dan advokasi hewan.
Di dunia di mana idola datang dengan catatan kaki, pivot cepat Chappell tunjukkan dia pro akuntabilitas. Tapi spill: apakah ini hapus inspirasi dari 'Red Wine Supernova', atau tambah edge tak terduga? 🔥