Chris Hemsworth tertahan di bandara akibat kesalahan paspor

Chris Hemsworth dilarang naik penerbangan internasional setelah salah membawa paspor untuk salah satu anaknya. Aktor tersebut mengakui kekeliruan itu terjadi ketika ia mencoba menggunakan dokumen putrinya untuk putranya.

Pria berusia 42 tahun itu membagikan kisahnya dalam sebuah wawancara dengan Harper's Bazaar Arabia. Ia mengenang saat memberitahu petugas bahwa paspor tersebut milik putrinya, namun petugas justru menunjukkan bahwa paspor itu milik seorang anak laki-laki. Istrinya, Elsa Pataky, dengan cepat mengoreksinya dalam rekaman tersebut, seraya menyatakan bahwa kedua paspor itu tidak terlihat sama. Pasangan itu tidak bisa terbang pada hari tersebut karena kesalahan itu. Keluarga tersebut, yang terdiri dari putri India serta putra kembar Sasha dan Tristan, telah tinggal di Australia selama beberapa tahun. Hemsworth mengatakan bahwa pindah ke sana terasa sebagai pilihan yang tepat setelah sempat tinggal di Los Angeles.

Artikel Terkait

Hayden Panettiere in a podcast interview defending her custody decision
Gambar dihasilkan oleh AI

Hayden Panettiere defends custody decision in new interview

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Hayden Panettiere is clapping back at critics who claim she abandoned her daughter. The actress opened up on Jay Shetty's podcast about letting Kaya live full-time with ex Wladimir Klitschko.

Ukrainian Serhii Baranovskyi was deported from Sweden over an alleged drunk driving incident he denies. Following an investigation, the Swedish Tax Agency admits two identities were mixed up.

Dilaporkan oleh AI

Pavel Talankin, co-director and subject of the Academy Award-winning documentary 'Mr. Nobody Against Putin,' lost his Oscar statuette after TSA at New York's JFK Airport forced him to check it as a potential weapon. The award vanished upon his arrival in Frankfurt on a Lufthansa flight. Co-director David Borenstein has publicly appealed for its return.

Nine Bangladeshi nationals were stopped at OR Tambo International Airport on Thursday after officials discovered they held fraudulent South African visas.

Dilaporkan oleh AI

Lumumba Chia, who fled to South Africa in 1999, remains unable to obtain travel documents despite holding refugee status, preventing him from visiting his son in Belgium.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak