Congressional Budget Office Amerika Serikat mengungkapkan pelanggaran siber baru-baru ini di tengah pemadaman pemerintah yang berkepanjangan. Badan tersebut, yang menyediakan data keuangan dan ekonomi nonpartisan untuk pembuat undang-undang, berhasil menahan intrusi yang dikaitkan dengan aktor asing yang dicurigai. Insiden ini menekankan kerentanan keamanan siber yang lebih luas di sistem federal selama kebuntuan pendanaan.
Pemadaman pemerintah, yang kini melebihi lima minggu, telah meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan siber dalam operasi federal. Pada hari Kamis, Congressional Budget Office (CBO) mengumumkan bahwa mereka mengalami peretasan dan mengambil langkah-langkah untuk menahan pelanggaran tersebut. CBO, yang bertanggung jawab menyediakan data keuangan dan ekonomi nonpartisan untuk pembuat undang-undang, disusupi oleh apa yang digambarkan oleh The Washington Post sebagai “aktor asing yang dicurigai”.
Para ahli memperingatkan bahwa pemadaman ini bertindak sebagai bom waktu keamanan siber. Meskipun banyak sistem kritis terus dirawat dan teknologi cloud menawarkan perlindungan tertentu, kelalaian dalam pengamanan rutin—seperti pembaruan perangkat lunak dan pemantauan ancaman—dapat meninggalkan jaringan pemerintah rentan terhadap kerentanan, malware, dan upaya peretasan.
Pelanggaran di CBO menyoroti risiko bagi institusi esensial selama periode kebuntuan fiskal. Meskipun badan tersebut telah mengambil langkah untuk mengurangi intrusi, insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang ketahanan keamanan siber federal di tengah kebuntuan politik. Kata kunci yang terkait dengan peristiwa ini termasuk keamanan siber, keamanan, kerentanan, malware, peretasan, dan politik.