Bupati Aceh Selatan Mirwan MS meminta maaf karena pergi umrah saat wilayahnya dilanda banjir, sementara pejabat pusat menyerukan empati dan sanksi. Banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menewaskan banyak korban dan merusak infrastruktur senilai miliaran rupiah. Politisi menekankan prioritas penanganan bencana daripada urusan politik.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sejak akhir November 2025 telah menimbulkan kerusakan parah. Di Aceh Barat, banjir bandang pada 26 November merusak infrastruktur senilai Rp203 miliar, termasuk jalan, jembatan, dan ratusan rumah warga. Bupati Aceh Barat Tarmizi mengklarifikasi surat pernyataan ketidakmampuan penanganan bencana yang ditandatanganinya sebagai syarat bantuan logistik dari BNPB, meskipun pemerintah daerah telah mengerahkan personel untuk membersihkan lumpur dan mendirikan dapur umum.
Kasus paling kontroversial melibatkan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, yang pergi umrah saat daerahnya terdampak banjir. Pada 9 Desember 2025, Mirwan menyampaikan permohonan maaf melalui video Instagram, meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dan masyarakat. "Saya Haji Mirwan MS selaku Bupati Aceh Selatan, dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak," katanya. Ia berjanji bekerja keras memulihkan wilayah dan kepercayaan publik.
Ketua DPR Puan Maharani menyoroti kurangnya empati dari kepala daerah. "Untuk bupati, harusnya semua kepala daerah punya empati," ujar Puan pada 8 Desember 2025. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendukung pemberhentian sementara Mirwan berdasarkan UU 23/2014 untuk optimalisasi penanganan bencana, dengan penunjukan pelaksana tugas (Plt). Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengonfirmasi pemeriksaan oleh inspektorat Kemendagri pada hari yang sama.
Sementara itu, Anggota DPR Endipat Wijaya menyinggung relawan yang donasi Rp10 miliar tapi viral, sementara pemerintah telah kirim triliunan dan pesawat TNI AU sejak hari pertama. Puan dan Dasco menolak usulan koalisi permanen dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, menekankan fokus pada pemulihan bencana. "Sekarang kita sedang berduka... urusan politik masih jauh," kata Puan.