Converse Addict, lini mewah dari Converse Jepang, merilis rangkaian sepatu kelas atas baru pada 10 April. Koleksi ini menampilkan sepatu loafer berbahan suede Italia dan Chuck Taylor berbahan kanvas dengan sol Vibram MegaGrip. Produk-produk ini eksklusif hanya untuk pasar Jepang, karena Converse Jepang dimiliki secara terpisah oleh Itochu, berbeda dengan Converse yang dimiliki oleh Nike.
Converse Addict memperkenalkan sol Italia yang memiliki daya cengkeram kuat, khususnya varian MegaGrip, pada sepatu loafer suede Italia baru dan sepatu kanvas Chuck Taylor yang tahan lama. Seri Chuck Taylor ini mengambil inspirasi dari desain tahun 1960-an, termasuk versi dengan motif macan tutul yang sangat lembut, pelindung jari kaki yang diperkuat, dan sol dalam yang empuk. Hal ini menandai kelanjutan penggunaan sol Vibram oleh Converse Addict, sebuah fitur yang telah ada sejak hampir dua dekade lalu saat label tersebut pertama kali diluncurkan. Perilisan ini menyoroti perbedaan antara Converse Addict dan lini utama Converse di bawah naungan Nike. Meskipun Converse AS meluncurkan kembali lini premium First String mereka tahun lalu dengan sol Vibram, penawaran dari Converse Addict tetap lebih unggul dalam eksekusi, seperti pada gaya loafer mereka. Converse Jepang beroperasi sebagai entitas terpisah di bawah Itochu, sehingga membatasi ketersediaan sepatu-sepatu eksklusif ini hanya untuk pasar Jepang. Upaya Converse sebelumnya, seperti One Star Loafer bernuansa skate dari tahun 1990-an, mendahului tren hibrida terkini namun tidak sebanding dengan koleksi terbaru Addict. Rangkaian produk baru ini menegaskan fokus Converse Addict pada keahlian pembuatan sepatu kets mewah.