Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan agar pengurus cabang olahraga lebih terbuka soal target medali emas di SEA Games 2025. Ia menyatakan target total 120 emas dari cabor terlalu tinggi dibandingkan proyeksi realistis pemerintah sebesar 82-90 emas. Langkah ini bertujuan menciptakan transparansi untuk posisi ketiga klasemen.
Pada Senin, 10 November 2025, di Jakarta, Erick Thohir menyatakan kekhawatirannya atas target medali emas yang disampaikan pengurus cabang olahraga (cabor) untuk SEA Games 2025 di Thailand. Menurut laporan yang diterima Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), total target dari seluruh cabor mencapai 120 emas, jauh di atas kajian internal kementerian yang menunjukkan angka realistis 82 hingga 90 emas.
"Kami dorong untuk cabor-cabor lebih terbuka. Enggak boleh ada dusta di antara kita," ujar Erick. Ia menekankan pentingnya kejujuran kepada masyarakat daripada memberikan harapan berlebih. "Lebih baik kita jujur kepada masyarakat dibanding memberikan harapan yang terlalu tinggi," tambahnya.
Proyeksi awal 78 emas kini dinaikkan menjadi hingga 90 emas berdasarkan evaluasi terbaru dari Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Surono. Hal ini mempertimbangkan hasil SEA Games 2023 di Kamboja, di mana Indonesia meraih 87 emas dan finis ketiga. Namun, sekitar 41 emas dari cabang yang dihapus tidak bisa dipertahankan, meski ada potensi tambahan 32 emas dari cabang lain.
"Realitanya, kalau bisa mendapatkan 82 sampai 90 emas, Indonesia masih bisa berada di peringkat tiga klasemen medali," kata Erick. Tim review yang melibatkan pakar, praktisi, KOI, KONI, dan Kemenpora sedang menganalisis potensi medali untuk menentukan jumlah atlet dan cabang yang diberangkatkan. "Mudah-mudahan minggu ini atau minggu depan sudah konkret kebijakannya, dan bisa segera kami umumkan," ungkapnya.
Surono menjelaskan, "Dari 87 emas yang kita dapat di Kamboja, sekitar 41 medali emas tidak bisa dipertahankan karena cabangnya tidak dipertandingkan lagi di Thailand." Ia optimis dengan potensi tambahan, sehingga proyeksi berada di 78-90 emas. Kemenpora berharap keterbukaan ini meningkatkan sinergi dan prestasi olahraga nasional.