Ledakan di SMAN 72 lukai 96 orang diduga akibat perundungan

Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2025, melukai 96 siswa dan guru saat salat Jumat. Pelaku diduga siswa berusia 17 tahun yang menjadi korban perundungan, meski polisi masih menyelidiki kemungkinan kaitan terorisme. Densus 88 memeriksa aktivitas media sosial pelaku untuk motifnya.

Pada Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 12.15 WIB, dua ledakan terjadi di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepatnya di kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut. Ledakan pertama terdengar saat khutbah salat Jumat berlangsung di masjid sekolah, diikuti ledakan kedua dari arah berbeda. Korban mengalami luka bakar dan serpihan, menyebabkan kepanikan di kalangan siswa, guru, dan warga sekitar.

Berdasarkan investigasi awal, pelaku adalah siswa SMAN 72 berusia 17 tahun yang dikenal pendiam dan diduga menjadi korban perundungan. Motifnya diduga balas dendam pribadi, bukan bagian dari jaringan terorisme, meski polisi menemukan kemiripan dengan aksi teror. Di lokasi, ditemukan benda mirip senjata airsoft gun dan revolver yang ternyata mainan.

Polda Metro Jaya melibatkan Densus 88 Antiteror untuk menelusuri kaitan dengan jaringan teror melalui analisis motif dan media sosial pelaku. "Pihak Densus 88 menganalisa apakah ini ada kaitan dengan pelaku-pelaku aksi teror lainnya, termasuk bagaimana motif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Belum ada indikasi hubungan dengan ancaman bom sekolah sebelumnya di awal Oktober.

Polisi menggeledah rumah pelaku dan menemukan serbuk yang diduga pemicu ledakan, meski masih menunggu uji lab Puslabfor. Jumlah korban mencapai 96 orang, dengan 29 masih dirawat di rumah sakit seperti RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Pertamina; sisanya telah pulang.

Penanganan menekankan perlindungan anak karena pelaku dan korban berstatus anak. Polri bekerja sama dengan KPAI untuk trauma healing dan pendampingan psikologis. Kementerian Sosial menyediakan rehabilitasi sosial, sementara Kementerian HAM memastikan pemulihan. Tim psikologi Polda Metro Jaya mendampingi keluarga dan guru untuk mengelola stres. Kapolri Listyo Sigit Prabowo berharap sekolah segera normal, sambil imbau masyarakat bijak dan empati agar penyelidikan lancar.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak