ARMR Sciences, perusahaan berbasis di New York, meluncurkan uji coba besar pertama vaksin yang dirancang untuk melindungi dari overdosis fentanyl. Uji coba akan berlangsung di Belanda. Perkembangan ini bertujuan mengatasi bahaya opioid sintetis tersebut, yang bisa mematikan dalam jumlah kecil.
Vaksin dari ARMR Sciences menargetkan overdosis dan kematian terkait fentanyl dengan mencegah efek berbahaya obat tersebut. Menurut pengumuman, hanya sedikit jumlah fentanyl—setara dengan beberapa butir pasir—cukup untuk menghentikan pernapasan seseorang. Sebagai opioid sintetis, fentanyl tidak berasa, tidak berbau, dan tidak terlihat saat dicampur dengan zat lain, menjadikannya sangat berbahaya bagi pengguna narkoba yang sering tidak menyadari keberadaannya.
Uji coba ini menandai langkah penting dalam memerangi krisis opioid melalui imunisasi. Inisiatif ARMR Sciences menyoroti upaya berkelanjutan untuk mengembangkan intervensi medis terhadap obat sintetis. Pengujian di Belanda siap mengevaluasi efektivitas vaksin dalam skenario dunia nyata, berpotensi menawarkan alat baru untuk pengurangan kerugian.
Potensi fentanyl dan sifatnya yang tersembunyi menggarisbawahi urgensi inovasi semacam ini. Pengguna yang mencampur zat tanpa sadar berisiko terpapar, menyebabkan kematian yang dapat dicegah. Uji coba vaksin ini bisa membuka jalan untuk aplikasi yang lebih luas jika berhasil.