Dalam rekaman Departemen Kehakiman yang baru dirilis terkait penembakan di White House Correspondents’ Dinner pada 25 April 2026, seekor anjing pelacak polisi terlihat mengikuti tersangka Cole Tomas Allen ke sebuah ruangan samping beberapa detik sebelum ia menyerbu pos pemeriksaan keamanan dan melepaskan tembakan ke arah agen Secret Service. Video yang dirilis pada hari Kamis tersebut memberikan gambaran paling jelas sejauh ini mengenai upaya pembunuhan yang gagal terhadap Presiden Trump.
Rekaman tersebut, yang diunggah oleh Jaksa AS Jeanine Pirro, menangkap insiden di Washington Hilton sekitar pukul 20.36 ET, tak lama setelah Trump tiba pada pukul 20.27. Anjing pelacak tersebut mengikuti Allen ke sebuah ruangan samping, di mana ia melepas jaket yang menyembunyikan shotgun Mossberg 12-gauge miliknya. Penangan anjing berhenti selama sekitar 10 detik sebelum pergi, setelah itu Allen berlari melewati pos pemeriksaan saat para agen sedang membongkar detektor logam. Ia melepaskan satu tembakan yang mengenai rompi anti peluru seorang agen Secret Service. Agen tersebut membalas dengan lima tembakan yang meleset dari Allen, yang kemudian jatuh dan dilumpuhkan pada jarak 355 kaki dari ruang perjamuan.
Jaksa juga merilis video Allen yang sedang memantau hotel pada hari sebelumnya, menyusuri lorong-lorong dan memeriksa ruang olahraga. Beberapa menit sebelum serangan, ia mengunggah manifesto secara daring sebagai 'Friendly Federal Assassin', menargetkan pejabat Trump dan menyebut Trump sebagai 'pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat'. Unggahan Bluesky-nya mencerminkan pandangan liberal yang mengkritik Trump dan Partai Republik.
Allen, yang telah didakwa atas percobaan pembunuhan dan terancam hukuman penjara seumur hidup, melepaskan haknya untuk sidang penahanan pada hari Kamis. Pengacaranya menyebut kasus ini spekulatif karena tulisan-tulisannya tidak secara eksplisit menyebut nama Trump. Direktur Secret Service Sean Curran membela keamanan perimeter yang disebutnya 'sempurna', sementara pensiunan agen Scot Bryan memuji respons elit tersebut. Trump dan para pejabat memuji para agen di tengah kritik terhadap sistem pengamanan yang diterapkan.