Insinyur mantan kritik Microsoft karena mengutamakan AI daripada perbaikan Windows 11

Seorang mantan insinyur Microsoft secara terbuka mendesak perusahaan untuk fokus pada stabilisasi dan peningkatan Windows 11 sebelum memajukan fitur AI. Ia berpendapat bahwa sistem operasi tersebut memerlukan perbaikan mendasar untuk menjadi lebih performant. Kritik ini menyoroti kekhawatiran berkelanjutan tentang keandalan Windows 11.

Dalam kritik yang tajam, seorang mantan insinyur Microsoft mengecam perusahaan karena mengabaikan perbaikan inti pada Windows 11 demi pengembangan AI. Ia bersikeras bahwa Microsoft harus 'memperbaiki Windows 11 sampai tidak lagi jelek', menekankan perlunya memprioritaskan stabilitas dan performa daripada teknologi baru seperti AI.

Pernyataan insinyur tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh TechRadar, menggarisbawahi kekecewaan terhadap kondisi saat ini sistem operasi. 'Sudah waktunya Microsoft menstabilkan, meningkatkan, dan membuat sistem lebih performant', katanya, menunjuk pada masalah persisten yang memengaruhi pengalaman pengguna.

Hal ini muncul di tengah diskusi yang lebih luas tentang strategi perangkat lunak Microsoft. Meskipun perusahaan mendorong integrasi AI, seperti pada fitur Copilot, kritikus seperti mantan karyawan ini berpendapat bahwa masalah dasar —mulai dari kegunaan hingga efisiensi— harus diatasi terlebih dahulu. Tanggal publikasi artikel adalah 2 Desember 2025, mencerminkan sentimen terkini di komunitas teknologi.

Tidak ada detail spesifik tentang identitas insinyur atau konteks pasti dari pernyataannya, tetapi pesan tersebut beresonansi dengan pengguna yang menyuarakan keluhan serupa tentang Windows 11 sejak peluncurannya.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak