Para penjahat siber semakin berkolaborasi dengan kelompok kejahatan terorganisir untuk menargetkan kargo secara langsung dalam rantai pasok. Ancaman baru ini menyoroti konvergensi risiko digital dan fisik dalam logistik global.
Menurut laporan TechRadar yang diterbitkan pada 4 November 2025, peretas sedang bermitra dengan geng kejahatan terorganisir untuk melakukan pencurian langsung dari rantai pasok. Artikel tersebut menekankan persimpangan risiko digital dan fisik, di mana intrusi siber memungkinkan perampokan kargo fisik.
Perkembangan ini menandakan era baru dalam kerentanan rantai pasok, karena serangan digital memfasilitasi kejahatan dunia nyata. Kolaborasi ini memungkinkan penjahat untuk mengeksploitasi kelemahan dalam jaringan logistik, yang berpotensi mengganggu perdagangan global dan meningkatkan biaya bagi bisnis.
Laporan tersebut tidak merinci insiden atau lokasi spesifik, tetapi memperingatkan implikasi yang lebih luas bagi keamanan di sektor tersebut. Para ahli menekankan perlunya pertahanan terintegrasi terhadap ancaman hibrida ini.