Otoritas di Honduras menangkap seorang tersangka pemimpin geng yang diduga menjadi dalang pembunuhan 19 pekerja perkebunan bulan lalu. Tersangka yang dikenal sebagai 'The Black Cat' ditahan pada hari Selasa sehubungan dengan serangan di wilayah Bajo Aguan.
Carlos Molina, yang juga dipanggil El Gato Negro, dituduh merencanakan dan memberikan dukungan material untuk pembantaian di perkebunan kelapa sawit di Rigores. Menteri Keamanan Gerzon Velasquez mengatakan setidaknya enam orang melakukan serangan tersebut, meskipun tidak ada yang tertangkap. Pembunuhan itu terjadi di tengah bentrokan yang terus berlanjut antara geng-geng yang bersaing memperebutkan perkebunan kelapa sawit dan rute narkoba di daerah tersebut. Pada hari yang sama di pertengahan Mei, lima petugas polisi tewas di dekat perbatasan Guatemala. Para anggota parlemen Honduras telah menyetujui langkah-langkah baru yang mengizinkan militer untuk bergabung dalam operasi keamanan dan membentuk unit anti-kejahatan terorganisir. Reformasi tersebut juga memungkinkan pengklasifikasian geng sebagai kelompok teroris.