Driver Xe Intel mengungguli i915 pada GPU Arc Alchemist di Linux 6.19

Benchmark terbaru menunjukkan driver Xe terbaru Intel melampaui driver i915 veteran dalam performa pada GPU Arc Alchemist di bawah kernel Linux 6.19. Tes yang dilakukan Phoronix pada Intel Arc A770 mengungkap peningkatan signifikan dalam tugas komputasi dan hasil campuran pada aplikasi grafis. Perubahan ini menyoroti upaya Intel untuk meningkatkan dukungan grafis open-source untuk hardware diskrit.

Intel selama ini mengandalkan driver i915 untuk grafis terintegrasinya, tetapi pengenalan driver Xe menandai evolusi signifikan, terutama untuk GPU diskrit seperti seri Arc Alchemist. Dalam evaluasi menggunakan kernel Linux 6.19, driver Xe menunjukkan keunggulan jelas atas i915, terutama pada beban kerja yang menuntut.

Tes Phoronix pada GPU Intel Arc A770 fokus pada benchmark grafis dan komputasi. Dalam skenario komputasi, seperti LuxCoreRender dan Blender, driver Xe mencapai peningkatan 20-50%, dikaitkan dengan integrasi lebih baik dengan Compute Runtime Intel. Tes OpenCL melalui Geekbench menunjukkan skor hingga 40% lebih tinggi, berkat penjadwalan kernel yang ditingkatkan. Performa grafis lebih bervariasi: driver Xe unggul dalam aplikasi berbasis Vulkan dan memberikan frame rate 5-10% lebih tinggi pada benchmark Unigine Heaven di 1080p, meskipun hasil OpenGL tidak konsisten, dengan beberapa aplikasi lama berjalan sedikit lebih lambat pada Xe.

Beralih ke driver Xe pada kartu Arc Alchemist memerlukan konfigurasi manual, seperti parameter kernel, karena GPU ini default ke i915. Meskipun status eksperimental untuk GPU diskrit, umpan balik pengguna di platform seperti X menunjukkan operasi lebih lancar dan stuttering berkurang dalam game. Seorang pengembang berbagi, “Beralih ke Xe pada setup Arc saya mengubah pelatihan ML yang lamban menjadi mudah—kernel 6.19 adalah pengubah permainan.” Yang lain mencatat, “Dengan 6.19, Intel akhirnya memberikan kepada gamer Linux apa yang mereka tunggu—performa Arc kompetitif tanpa trik.”

Di lebih dari 50 tes, driver Xe rata-rata 15% lebih cepat, dengan pengurangan waktu rendering yang signifikan untuk dataset medis SPECViewperf dan siklus Blender 25% lebih cepat. Peningkatan ini berasal dari basis kode modern Xe, yang meningkatkan manajemen memori dan mendukung fitur seperti Graphics micro Controller untuk offloading tugas. Meskipun tantangan seperti ketidakstabilan sesekali dan konsumsi daya idle lebih tinggi masih ada, pembaruan kernel yang sedang berlangsung mengatasi isu-isu ini.

Transisi ini mencerminkan langkah AMD dari driver Radeon ke AMDGPU, di mana peningkatan serupa hingga 30% diamati. Bagi pengguna Linux di AI, komputasi ilmiah, dan gaming, kemajuan driver Xe menandakan persaingan yang lebih kuat di ekosistem grafis open-source.

Artikel Terkait

Illustration of Linux 6.19 delivering 30% performance boost to legacy AMD GPUs like Radeon HD 7950 via new AMDGPU driver.
Gambar dihasilkan oleh AI

Linux 6.19 tingkatkan GPU AMD lama hingga 30 persen

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Kernel Linux 6.19 mendatang memberikan peningkatan performa signifikan untuk kartu grafis AMD lama berbasis arsitektur GCN 1.0 dan GCN 1.1. GPU lama ini, seperti Radeon HD 7950, kini beralih ke driver AMDGPU modern, menggantikan driver Radeon usang setelah lebih dari dua dekade. Benchmark awal menunjukkan peningkatan sekitar 30 persen di berbagai aplikasi dan game.

Phoronix telah melakukan benchmark pada grafis Arc B390 Xe3 yang terintegrasi di prosesor Intel Panther Lake, menemukan performa kuat pada Intel Compute Runtime open-source di bawah Linux. Pengujian membandingkan perangkat keras baru dengan generasi Intel sebelumnya dan kompetisi AMD Ryzen AI menggunakan OpenCL dan beban kerja komputasi GPU. Hasil menyoroti kompatibilitas grafis langsung dengan driver Linux, meskipun masih ada beberapa kesenjangan dibandingkan Windows.

Dilaporkan oleh AI

Patch baru yang digabungkan ke Mesa 26.1 dilaporkan meningkatkan performa pada grafis Alchemist Intel hingga 260% di skenario gaming tertentu. Diajukan oleh insinyur Intel Francisco Jerez, pembaruan ini memperbaiki masalah korupsi grafis yang sudah lama sambil meningkatkan efisiensi. Perubahan ini terutama menguntungkan pengguna Linux dengan hardware Intel lama.

Uji coba awal kernel pengembangan Linux 6.19 pada server dengan prosesor ganda AMD EPYC 9965 menunjukkan kinerja kuat dalam beban kerja komputasi performa tinggi. Meskipun ada beberapa masalah scheduler, kernel ini menjanjikan hasil bagus untuk aplikasi AI dan HPC. Benchmark ini membandingkannya dengan versi stabil Linux 6.18.

Dilaporkan oleh AI

Kernel Linux 6.19 memperkenalkan fitur X86_NATIVE_CPU, yang memungkinkan optimasi asli yang dapat meningkatkan kinerja sebesar 5-15% pada prosesor Intel dan AMD. Opsi Kconfig ini menyederhanakan pembuatan kernel yang disesuaikan dengan perangkat keras tertentu menggunakan bendera kompiler -march=native. Benchmark menunjukkan peningkatan pada tugas seperti enkripsi dan simulasi ilmiah, yang berpotensi menguntungkan pusat data dan komputasi performa tinggi.

Ulasan akhir tahun laptop Qualcomm Snapdragon X Elite di Linux mengungkap kemunduran performa yang signifikan, membuat alternatif seperti AMD Ryzen AI dan Intel Core Ultra lebih menarik bagi pengguna. Pengujian di Ubuntu 25.10 dengan kernel terbaru menunjukkan regresi, termasuk shutdown termal yang sering. Meskipun dukungan terus membaik, pengalaman saat ini kurang memuaskan ekspektasi.

Dilaporkan oleh AI

Setelah peningkatan performa di Linux 6.19, para pengembang berencana perbaikan tambahan untuk kartu grafis AMD yang lebih tua, dengan pembaruan yang akan tiba sepanjang 2026 untuk memastikan kompatibilitas jangka panjang di lingkungan open-source.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak