Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mulai memperkuat posisi putrinya, Kim Ju Ae yang berusia 13-14 tahun, sebagai calon penerus. Menurut intelijen Korea Selatan, gadis tersebut kini terlibat dalam masukan kebijakan dan mungkin menghadiri pertemuan partai penting. Para analis melihat ini sebagai langkah persiapan kepemimpinan generasi keempat.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan mengambil langkah untuk menyiapkan putrinya, Kim Ju Ae, sebagai penerus. Berdasarkan pengarahan dari Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS), anggota parlemen Lee Seong-kweun menyatakan bahwa Kim Ju Ae kini berada dalam tahap penunjukan internal sebagai penerus, berbeda dari sebelumnya yang disebut tahap belajar. "Dulu NIS menyebut Kim Ju Ae masih ‘dalam tahap belajar sebagai penerus’. Namun hari ini istilah yang digunakan adalah ia ‘berada dalam tahap penunjukan internal sebagai penerus’,” ujar Lee kepada wartawan setelah sesi tertutup pada Kamis waktu setempat.
Kim Ju Ae sering muncul di media pemerintah, mendampingi ayahnya dalam kunjungan lapangan, termasuk proyek persenjataan. NIS mencatat bahwa ia mulai memberikan masukan kebijakan dan diperlakukan sebagai pemimpin de facto nomor dua, seperti disampaikan Lee bersama Park Sun-won. Badan intelijen akan memantau kehadirannya di pertemuan pembukaan Kongres ke-9 Partai Buruh akhir Februari, termasuk cara perkenalannya dan kemungkinan jabatan resmi.
Kongres tersebut diharapkan membahas arah kebijakan utama di bidang ekonomi, hubungan luar negeri, dan pertahanan. Selain itu, Kim Jong Un mengarahkan pengembangan kapal selam besar berbobot 8.700 ton yang mampu membawa hingga 10 rudal balistik dari kapal selam (SLBM), didukung reaktor nuklir, menurut Park dan Lee.