Distro Linux tinggalkan desktop kustom demi KDE Plasma

Beberapa distro Linux diam-diam beralih dari lingkungan desktop milik sendiri ke KDE Plasma. Tren ini mencerminkan daya tarik kuat desktop tersebut, seperti yang dicatat dalam komentar terbaru.

Sebuah artikel terbaru menyoroti pergeseran yang semakin meningkat di kalangan distro Linux menuju adopsi KDE Plasma sebagai lingkungan desktop utama, menjauh dari alternatif yang dibuat secara kustom. Diterbitkan pada 10 Maret 2026, artikel tersebut mengamati bahwa perubahan ini terjadi secara diam-diam namun tegasteruus tegasnya. Terjemahan yang akurat dan alami dalam bahasa Indonesia, mempertahankan fakta, nada, struktur, dan objektivitas artikel berita asli. Pastikan ejaan dan kapitalisasi yang tepat untuk nama proper, nama merek, istilah teknis, dan akronim, menjaganya dalam bentuk aslinya kecuali ada padanan lokal standar yang ada (misalnya, jangan ubah 'Model Y', 'iPhone', 'SD', 'PSOE', 'VW', 'BMW' atau 'Tesla').

Artikel Terkait

KDE Plasma 6.7 has arrived with restored themes from the KDE 4 era and support for separate virtual desktops on each screen. The update also introduces a new theming system called Union as a tech preview.

Dilaporkan oleh AI

KDE Linux has advanced its development with infrastructure changes and security improvements during May. Contributor work focused on a new build process and package reductions.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak