Setelah 53 tahun, kernel Linux akan menyertakan driver stabil untuk General Purpose Interface Bus milik Hewlett-Packard, standar yang diperkenalkan pada 1972. Pembaruan ini hadir di versi kernel 6.19 mendatang. Antarmuka ini menawarkan bandwidth 8 MB/s.
Hewlett-Packard meluncurkan General Purpose Interface Bus (GPIB) pada 1972 sebagai standar serbaguna untuk menghubungkan instrumen dan komputer. Dikenal karena perannya dalam peralatan pengujian dan pengukuran, GPIB menyediakan transfer data yang andal dengan kecepatan hingga 8 MB/s, yang mengesankan pada masanya.
Selama beberapa dekade, pengguna Linux yang bekerja dengan perangkat keras lama bergantung pada driver eksperimental untuk dukungan GPIB. Hal itu berubah dengan rilis kernel Linux 6.19, yang mengintegrasikan driver stabil untuk antarmuka tersebut. Perkembangan ini memastikan kompatibilitas dan keandalan yang lebih baik bagi insinyur dan peneliti yang menggunakan sistem HP lama bersama lingkungan Linux modern.
Integrasi driver ini menandai tonggak penting, menjembatani kesenjangan setengah abad dalam dukungan open-source untuk teknologi dasar ini. Meskipun GPIB sebagian besar digantikan oleh standar lebih cepat seperti USB dan Ethernet, ia tetap relevan di bidang khusus seperti instrumentasi ilmiah dan otomasi industri. Pembaruan kernel, yang diharapkan akhir 2025, akan memungkinkan operasi mulus tanpa risiko terkait kode tidak stabil.
Penambahan ini menegaskan komitmen kernel Linux untuk mempertahankan kompatibilitas mundur, bahkan untuk perangkat keras yang mendahului asal-usul sistem operasi.