Mariah Carey menyambut liburan dengan kemenangan hukum. Seorang hakim memerintahkan sanksi terhadap penggugat yang menggugatnya atas hit 'All I Want for Christmas Is You', memberikan lebih dari $92.000 kepadanya. Gugatan yang mengklaim dia menyalin lagu mereka tahun 1989 dibatalkan awal tahun ini.
Oh, drama tak pernah berakhir di dunia hit liburan! Mariah Carey, Ratu Natal tak terbantahkan, baru saja meraih kemenangan hukum manis yang membuat semua orang heboh. Menurut dokumen hukum yang didapat TMZ, hakim yang membuang gugatan hak cipta tak berdasar terhadapnya kini menjatuhkan sanksi berat pada penggugat sebesar $92.303,20 langsung ke Mariah, plus ribuan dolar lagi ke pihak lain, total hampir $110 ribu. Mengapa? Untuk mencegah pengajuan frivolo masa depan, karena siapa punya waktu untuk kekacauan itu saat musim mistletoe? 😏
Mari putar ulang: Pada November 2023, penulis lagu Andy Stone dan Troy Powers menyeret Mariah ke pengadilan, menuduhnya mencuri lagu mereka tahun 1989 berjudul—tunggu dulu—'All I Want For Christmas Is You'. Mereka mengincar setidaknya $20 juta ganti rugi, tapi hakim tak tertarik dan membatalkan kasus pada Maret. Maju ke sekarang, dan saatnya balas dendam. Pengadilan menemukan gugatan itu tak berdasar, meninggalkan para penuduh membayar tagihan.
Bicara soal keadilan disajikan dengan segelas eggnog! Hit ikonik Mariah tahun 1994 terus mendominasi udara (dan chart streaming) setiap Desember, membuktikan lagi bahwa beberapa klasik tak tersentuh. Apakah ini akhir dari masalah hukum liburan, atau hanya bait lain dalam saga Mariah? Ceritakan gosipnya jika kamu tahu lebih banyak! 🔥