Matières Fécales menghadirkan koleksi ready-to-wear musim gugur 2026 yang satir

Pada Paris Fashion Week, Matières Fécales menggelar pertunjukan runway di dalam Palais Brongniart yang bersejarah, menggunakan penampilan karikatur untuk mengejek para elit dunia. Desainer Hannah Rose Dalton dan Steven Raj Bhaskaran memasukkan prostesis dan referensi kemewahan dalam kritik terhadap kapitalisme tahap akhir. Koleksi tersebut memadukan satir grotesk dengan potongan penutup yang lebih dapat dipakai.

Koleksi ready-to-wear Matières Fécales musim gugur 2026 debut pada 3 Maret 2026, selama Paris Fashion Week di Palais Brongniart, bursa saham mantan Napoleon. Pertunjukan dibuka dengan para model yang menggambarkan orang kaya raya dari satu persen, menampilkan sarung tangan opera dengan telapak tangan merah darah, topeng uang dolar, perban pasca-operasi, dan pakaian malam ala Mr. Monopoly. Tokoh-tokoh illuminati chic ini ditingkatkan dengan prostesis yang dibuat oleh Hannah Rose Dalton dan Steven Raj Bhaskaran, terinspirasi dari ikon fashion mewah seperti Galliano’s Dior, Alexander McQueen, dan Demna’s Balenciaga, disertai anggukan parodi ke Chanel dan Max Mara. Desain-desain tersebut dieksekusi dalam gaya compang-camping, terkoyak, dan lusuh terkelupas.  nnPertunjukan tersebut menonjolkan grotesk yang indah, termasuk karakter mirip Cruella De Vil dan supervillain Grup Bilderberg, dengan seorang pria sinis yang menonjol dalam sweater quarter-zip abu-abu. Bagian tengah memperkenalkan sebuah kabal tokoh gelap dalam jubah jersey berkerudung, jaket bomber, dan biker yang dihiasi motif salib tersulam merek. Para model ini berkumpul dalam lingkaran sebelum berpose untuk fotografer, menawarkan pakaian yang mengisyaratkan identitas subversif merek tanpa komitmen penuh pada potongan puncaknya. Tidak jelas apakah kelompok ini mewakili perlawanan atau dukungan untuk tuan-tuan alam semesta pada pembukaan.  nnSepatu Louboutin spektakuler, termasuk bot kaki prostetik, menambahkan sentuhan gaya sepanjang acara. Daphne Guinness menghadapi tantangan menavigasi runway dalam platform yang dipadukan dengan train pada gaun metalik berpotongan sempit, membutuhkan bantuan dari Hanan Besovic dan anggota audiens lainnya. Segmen penutup yang kurang karikatur memamerkan garis bahu bulat tinggi khas merek pada gaun wol dengan dart presisi. Michèle Lamy tampil dalam gaun rajut berlengan shaggy, sementara spekulator umur panjang Bryan Johnson mengenakan rajut iga pas dan slacks. Pertunjukan diakhiri dengan trio gaun tailored siluet Elizabethan, menggugah uang tua yang sesungguhnya.

Artikel Terkait

Matthieu Blazy presents Chanel Fall 2026 ready-to-wear collection at Paris Fashion Week, with models on runway amid colorful construction cranes at Grand Palais.
Gambar dihasilkan oleh AI

Matthieu Blazy unveils second Chanel ready-to-wear collection

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

At Paris Fashion Week, Matthieu Blazy presented his sophomore fall 2026 ready-to-wear collection for Chanel, inspired by founder Coco Chanel's ideas on functional and fantastical dresses. The show at the Grand Palais featured a construction-site set with primary-colored cranes, symbolizing a work in progress. Blazy drew from a 1950s interview with Coco Chanel, emphasizing dresses that 'crawl' for day and 'fly' for evening.

Daniel Roseberry presented Schiaparelli's fall 2026 collection during Paris Fashion Week, featuring trompe l’œil cat-head heels made from resin and felt. The shoes, part of a theme celebrating the house's namesake Elsa Schiaparelli's love for the natural world, were paired with layered outfits. Meanwhile, Dior's show in the Jardin des Tuileries emphasized a fresh-faced beauty look.

Dilaporkan oleh AI

Paris Fashion Week for fall/winter 2026 concluded with a focus on designers' follow-up collections amid a tense geopolitical backdrop. Matthieu Blazy's second ready-to-wear show for Chanel drew widespread acclaim, while trends like pink tones and thigh-high boots emerged across runways. Celebrities and innovative sets added to the event's buzz in the French capital.

Louise Trotter unveiled her second collection for Bottega Veneta on February 28, 2026, at the brand's Palazzo San Fedele headquarters during Milan Fashion Week. Inspired by Milan's brutalist architecture and hidden sensuality, the show featured powerful feminine silhouettes, sculptural tailoring, innovative textures mimicking furs and skins, and standout outerwear, blending womanly power with protective structures across 80 looks on a red carpet.

Dilaporkan oleh AI

Designers Jacques Wei and Yirantian Guo unveiled their Fall 2026 collections during Shanghai Fashion Week, showcasing unconventional silhouettes and multifaceted womenswear. Wei drew inspiration from icons like Cher and emphasized weird proportions, while Guo categorized her looks for businesswomen, modern housewives, and freelancers. The shows took place at Xintiandi tents and the Labelhood hub.

Designer Rick Owens showcased his Fall 2026 ready-to-wear women's collection at Paris Fashion Week, drawing inspiration from Marlene Dietrich and themes of response to threat. The show at Palais de Tokyo featured battle-ready silhouettes in earthy tones, incorporating innovative materials like Kevlar and goat hair. Owens described the collection as embodying ferocious glamour amid global crises.

Dilaporkan oleh AI

Following Matthieu Blazy's second Chanel runway show on March 10, designs from the SS26 collection sold out immediately in Paris stores, creating a shopping frenzy dubbed 'Matthieu mania.' The items will reach UK boutiques on March 13, 2026.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak