Microsoft Azure diserang serangan DDoS besar-besaran dari lebih dari 500.000 alamat IP

Microsoft mengungkapkan bahwa platform cloud Azure-nya mengalami serangan penolakan layanan terdistribusi yang masif. Serangan tersebut berasal dari lebih dari 500.000 alamat IP, menandai insiden keamanan siber yang signifikan.

Microsoft melaporkan bahwa Azure, layanan komputasi awan unggulannya, menghadapi serangan DDoS skala besar. Menurut TechRadar, perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa insiden tersebut melibatkan lalu lintas dari lebih dari 500.000 alamat IP, menyoroti sifat terdistribusi dari ancaman tersebut.

Serangan ini menekankan kerentanan berkelanjutan dalam infrastruktur cloud, meskipun detail spesifik tentang durasi, dampak, atau upaya mitigasi tetap tidak diungkapkan dalam informasi yang tersedia. Liputan TechRadar, yang diterbitkan pada 18 November 2025, menekankan skala operasi tersebut tanpa mengaitkannya dengan aktor tertentu.

Tidak ada kutipan langsung dari eksekutif Microsoft yang diberikan dalam laporan, tetapi pengungkapan tersebut bertujuan untuk memberi tahu pengguna tentang potensi gangguan layanan. Para ahli keamanan siber mungkin melihat ini sebagai pengingat akan taktik yang berkembang dalam kampanye DDoS, yang memanfaatkan botnet besar untuk membanjiri target.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak