Partai baru Nepal unggul di pemilu parlemen

Sebuah partai politik yang baru terbentuk di Nepal, Rastriya Swatantra Party, diprediksi meraih kemenangan telak dalam pemilu parlemen negara tersebut. Dipimpin oleh mantan rapper Balendra Shah, partai ini memperoleh keunggulan kuat setelah protes yang menggulingkan kepemimpinan lama. Ini menandai pemilu pertama sejak kerusuhan yang dipimpin pemuda pada 2025.

Partai Rastriya Swatantra (RSP), atau Partai Swatantra Nasional, yang terbentuk empat tahun lalu, telah memenangkan 103 dari 165 kursi terpilih langsung di Dewan Perwakilan Rakyat Nepal, menurut hasil yang diterbitkan oleh Komisi Pemilu pada 8 Maret 2026. Partai ini juga memimpin di 21 daerah pemilihan lainnya, sementara partai politik lain dan calon independen telah mengamankan 27 kursi sejauh ini. Pejabat melanjutkan penghitungan suara pada hari Minggu, dengan hasil akhir diharapkan akhir pekan ini. RSP's calon perdana menteri, Balendra Shah, seorang rapper yang menjadi politisi dan mantan walikota Kathmandu, memainkan peran kunci dalam pemberontakan 2025 yang menggulingkan mantan Perdana Menteri Khadga Prasad Oli. Shah baru-baru ini mengalahkan Oli di daerah pemilihan Jhapa, sekitar 430 kilometer tenggara Kathmandu. Sistem parlemen Nepal mencakup 165 anggota terpilih langsung dan 110 kursi yang dialokasikan melalui perwakilan proporsional berdasarkan persentase suara. RSP memimpin dengan sekitar 51% kursi proporsional. Pemilih menggunakan dua surat suara: satu untuk calon individu, sering kali nominasi partai, dan satu lagi untuk partai pilihan. Dengan lebih dari separuh kursi terpilih langsung dan lebih dari 50% suara proporsional, RSP tampak berposisi untuk membentuk pemerintah, yang memerlukan dukungan dari setidaknya setengah dari total 275 anggota. Hasil ini menggulingkan Nepali Congress dan Partai Komunis Nepal (Unified Marxist–Leninist) yang secara tradisional dominan, yang telah bergantian berkuasa selama puluhan tahun. Media lokal menggambarkan hasil tersebut sebagai bersejarah. «RSP set for a landslide victory,» melaporkan The Himalayan Times. Annapurna Post menyebutnya sebagai «pemberontakan surat suara rakyat; pergeseran paradigma politik.» Para pendukung merayakan kemenangan dengan rangkaian bunga, buket, syal, dan bubuk vermilion merah di berbagai daerah pemilihan. Namun, pejabat partai mendesak calon dan pendukung untuk menghindari rapat kemenangan atau perayaan publik, menghormati puluhan nyawa yang hilang selama protes tahun lalu. Demonstrasi tersebut, yang dipicu oleh larangan media sosial dan berfokus pada korupsi serta tata kelola buruk, meningkat menjadi kerusuhan luas, menyebabkan puluhan tewas dan ratusan luka saat para demonstran menargetkan bangunan pemerintah dan menghadapi tembakan polisi.

Artikel Terkait

Political leaders from BJP and Congress announcing Rajya Sabha candidates at a press conference.
Gambar dihasilkan oleh AI

BJP and Congress announce Rajya Sabha nominees ahead of June polls

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The Bharatiya Janata Party and Congress have named candidates for the upcoming Rajya Sabha biennial elections scheduled for June 18.

The Bharatiya Janata Party is moving to form the next government in West Bengal following its victory in the assembly elections. Union Home Minister Amit Shah is scheduled to arrive in Kolkata on May 7 to oversee the selection of the legislature party leader. Incumbent Chief Minister Mamata Banerjee has refused to resign and plans to challenge the results in court.

Dilaporkan oleh AI

Nearly two weeks after the Lok Sabha rejected the Constitution (131st Amendment) Bill for 33% women's quota tied to delimitation, the Uttar Pradesh Assembly passed a resolution on April 30 condemning Congress, Samajwadi Party, and INDIA bloc parties for opposing it during a special session on women’s empowerment.

Tripura's ruling BJP celebrated a decisive victory in the Dharmanagar assembly bye-election. Chief Minister Dr. Manik Saha led a victory procession in Agartala. The party also marked wins in West Bengal and Assam.

Dilaporkan oleh AI

Maharashtra Congress president Harshavardhan Sapkal criticized the ruling BJP-Mahayuti alliance following the results of elections to 17 Legislative Council seats, alleging misuse of power and inducements.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak