Atlet BMX Nigel Sylvester secara pribadi mengantarkan sepatu kolaborasi Air Jordan 4 mendatangnya kepada legenda basket Michael Jordan. Ia membagikan foto momen tersebut di Instagram, menyoroti
Nigel Sylvester, pembalap BMX terkemuka dan kolaborator sneaker, mengantarkan secara langsung sepasang sepatu sneaker kolaborasinya yang akan datang Nigel Sylvester x Air Jordan 4 “Brick After Brick” kepada Michael Jordan. Foto yang diposting di Instagram menunjukkan Sylvester dan Jordan memegang sepatu tersebut, dengan keterangan Sylvester yang berbunyi, “Life Lately, To Be Totally Honest Been Quite Crazy…”. Gestur ini menggarisbawahi pengaruh Sylvester yang semakin besar di dunia sneaker dan kemitraannya dengan Jordan Brand. Sepatu sneaker tersebut memiliki upper Sail dengan detail Cinnabar, menurut satu laporan, atau upper kulit putih bersih dengan aksen Varsity red pada eyelet, tab tumit, dan midsole, seperti yang dijelaskan di tempat lain. Tumit menggantikan branding “Nike Air” tradisional dengan “Bike Air”, sebagai penghormatan kepada latar belakang BMX Sylvester, sementara desainnya mengacu pada sejarah Chicago Bulls milik Jordan. Elemen tambahan mencakup hang tag “Bike Air” dan tiga set tali “Brick”, dengan kemasan khusus bermerek bersama yang diharapkan. Sylvester menjadi atlet BMX pertama yang menandatangani kesepakatan sneaker dengan Jordan Brand pada September 2021, menyusul kolaborasi awal yang dimulai pada 2018. Varian warna Air Jordan 4 “Brick by Brick” sebelumnya, yang dirilis pada Maret 2025, dijual eceran seharga $225 dan sekarang dijual kembali dengan harga rata-rata $600 di StockX. Michael Jordan dilaporkan mengenakan versi “Brick After Brick” mendatang di Disney World bulan lalu setelah kemenangan tim NASCAR-nya di Daytona 500. Kolaborasi baru ini dijadwalkan rilis pada 9 Mei 2026 melalui aplikasi Nike SNKRS, dengan harga eceran $225 menurut satu sumber, meskipun sumber lain menyebutkan $230. Detail masih terbatas menunggu pengumuman resmi dari Jordan Brand. Siluet Air Jordan 4 pertama kali debut pada Februari 1989 di NBA All-Star Game dan sejak itu telah direinterpretasikan dalam berbagai cara.