Nike membawa kembali sepatu Long Distance Vector klasiknya sebagai bagian dari peluncuran ulang ACG, dengan bagian atas yang lebih tangguh dan sol yang ditingkatkan untuk kinerja luar ruangan. Model yang diperbarui akan debut dalam dua warna asli pada April mendatang. Kebangkitan ini menyoroti peran historis sepatu tersebut dalam menginspirasi lini All Conditions Gear Nike.
Awal bulan ini, Nike mengumumkan kembalinya departemen ACG-nya, bertujuan untuk menghidupkan kembali perlengkapan kinerja berfokus luar ruangan merek tersebut. Peluncuran ulang telah mencakup model baru seperti Pegasus Trail dan Pegasus 42, bersama dengan aktivasi pop-up. Long Distance Vector (LDV) kini menjadi pusat perhatian. Awalnya diperkenalkan pada akhir 1970-an sebagai sepatu lari jarak jauh, LDV memiliki bagian atas nilon ringan dan desain bernapas yang cocok untuk perjalanan panjang, meskipun awalnya bukan untuk medan kasar. Sepatu itu memperoleh status legendaris ketika pendaki Rick Ridgeway dan John Roskelley memakainya selama ekspedisi K2. Foto dari base camp menunjukkan duo tersebut dengan LDV yang aus, dan catatan mereka kepada tim Nike di Beaverton memuji ketahanan sepatu tersebut, yang akhirnya menginspirasi penciptaan All Conditions Gear. Untuk rilis baru, LDV menerima peningkatan termasuk bagian atas yang lebih tangguh, sol traksi yang lebih besar, dan detail kinerja penuh, mengubahnya menjadi siluet luar ruangan yang kokoh. Ia akan menampilkan lencana ACG di tumit dan diluncurkan dalam dua warna asli, menurut sumber pasar sneaker. Nike ACG LDV dalam 'Brilliant Blue' dijadwalkan rilis pada 4 April, sementara warna 'Sulfur' menyusul pada 25 April. Detail masih terbatas, tetapi sepatu-sepatu ini selaras dengan dorongan Nike ke arah alas kaki luar ruangan yang ditingkatkan.