Peretas Korea Utara telah mulai mengeksploitasi kerentanan kritis yang dikenal sebagai React2Shell dalam serangan malware. Hal ini mengikuti tindakan serupa oleh peretas China, yang menunjukkan minat yang meningkat terhadap celah keamanan ini. Masalah ini menimbulkan risiko signifikan bagi sistem yang terdampak.
Kerentanan tingkat keparahan maksimum di React2Shell telah diserang oleh peretas Korea Utara, yang menggunakannya dalam kampanye malware. Celah tersebut, yang dinilai kritis, memungkinkan eksploitasi parah yang dapat membahayakan sistem secara luas.
Menurut laporan, perkembangan ini terjadi tak lama setelah pelaku China menargetkan kerentanan yang sama, menunjukkan pola kelompok yang didukung negara memanfaatkan kelemahan berimpact tinggi. Celah React2Shell memungkinkan penyerang mendapatkan akses tidak sah, berpotensi menyebabkan pelanggaran data atau penyebaran malware lebih lanjut.
Para ahli keamanan menekankan urgensi penambalan kerentanan ini untuk mengurangi risiko dari ancaman negara-negara seperti itu. Tidak ada detail spesifik tentang ruang lingkup serangan atau target yang terdampak yang diungkapkan, tetapi keterlibatan peretas Korea Utara menggarisbawahi tantangan keamanan siber yang berkelanjutan dari negara-negara musuh.
Insiden ini menyoroti perlunya organisasi tetap waspada terhadap taktik yang berkembang dari kelompok yang terkait dengan Korea Utara, yang dikenal dengan operasi siber canggihnya.