Seorang kopral di kepolisian negara bagian Pennsylvania mengaku bersalah karena membuat lebih dari 3.000 konten pornografi deepfake yang dihasilkan oleh AI, termasuk yang menggunakan foto surat izin mengemudi dan foto seorang hakim pengadilan distrik. Stephen Kamnik, 39, juga mengakui pelanggaran terkait seperti memiliki materi pelecehan seksual anak dan menggeledah pakaian dalam rekan kerjanya. Ia akan menjalani hukuman pada bulan Juli setelah diberhentikan tanpa gaji.
Stephen Kamnik, seorang kopral berusia 39 tahun di kepolisian negara bagian Pennsylvania, mengaku bersalah pada 9 April atas sembilan tindak pidana berat dan enam tindak pidana ringan. Tuduhan tersebut muncul akibat penyalahgunaan sumber daya negara untuk memproduksi deepfake AI demi kepuasan pribadi, sebagaimana dinyatakan oleh jaksa agung Pennsylvania. Para penyelidik menemukan bahwa ia mengakses basis data aman bernama JNET untuk mendapatkan ratusan foto wanita, yang melanggar kebijakan larangan penggunaan pribadi. Beberapa deepfake dibuat di barak polisi Montgomery County menggunakan perangkat milik negara, dan salah satunya melibatkan rekaman video hakim pengadilan distrik yang diambil secara ilegal lalu diedit untuk tujuan asusila. Kamnik juga secara diam-diam merekam rekan kerjanya dan membobol ruang ganti wanita di barak untuk menggeledah pakaian dalam mereka. Sebuah senjata kaliber .22 curian ditemukan di kendaraannya, dan perangkat miliknya berisi materi pelecehan seksual anak. Penyelidikan dimulai pada 2024 setelah pihak berwenang menyadari penggunaan bandwidth internet yang berlebihan pada komputer yang ditugaskan kepadanya serta penggunaan hard drive eksternal secara berulang, menurut Philadelphia Inquirer. Kamnik ditangkap tahun lalu dan telah diberhentikan tanpa gaji sejak saat itu. Ia akan dijatuhi hukuman pada bulan Juli. Kasus ini menyerupai insiden deepfake AI lainnya di Pennsylvania bagian timur, termasuk kasus di sekolah menengah di Lancaster, Radnor, dan Council Rock North.