Presiden Indonesia Prabowo Subianto bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di sela KTT APEC 2025 di Gyeongju, membahas popularitas K-Pop di Indonesia dan kelanjutan proyek pesawat tempur KF-21. Pertemuan bilateral ini menyoroti hubungan erat kedua negara di bidang budaya, ekonomi, dan pertahanan. Prabowo memuji penyelenggaraan acara APEC yang efisien.
Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae-myung berlangsung di Gyeongju, Korea Selatan, pada Sabtu (1/11) selama KTT APEC 2025. Prabowo, yang didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, memulai pembicaraan dengan menyebutkan antusiasme warga Indonesia, terutama pemuda, terhadap K-Pop.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas jamuan makan malam gala yang indah tadi malam. Acara tersebut sangat menarik, dan saya pikir Korea akan menaklukkan dunia dengan musik dan tarian Anda. Semua anak muda Indonesia tergila-gila dengan K-Pop," kata Prabowo, yang disambut tepuk tangan dari pejabat Korea.
Jamuan makan malam pada Jumat (31/10) di Lahan Select Hotel menampilkan penampilan ikon K-Pop G-Dragon, duta KTT APEC 2025, dengan lagu-lagu hits seperti “Power,” “Home Sweet Home,” dan “Drama”. Acara itu dipandu oleh Cha Eun-woo, penyanyi dan aktor yang sedang menjalani wajib militer.
Prabowo juga memuji kepemimpinan Korea dalam menyelenggarakan APEC. "Saya ingin menyampaikan selamat atas kepemimpinan Anda dalam penyelenggaraan APEC. Acara ini sangat terorganisasi dengan baik, sangat efisien, dan selalu tepat waktu—tepat sampai pada menitnya," ujarnya.
Di sisi lain, kedua pemimpin membahas kelanjutan proyek pesawat tempur KF-21 Boramae sebagai bagian dari kemitraan pertahanan. "Saya pikir kami akan terus membahas tindak lanjut proyek KF-21. Jadi, saya pikir para negosiator terus berlanjut, dan, tentu saja negosiasi selalu bergantung pada faktor ekonomi, harga, dan skema pembiayaan," kata Prabowo. Presiden Lee berharap kerja sama ini menghasilkan manfaat lebih besar, sambil menekankan hubungan kuat di ekonomi, perdagangan, dan investasi.
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral. "Hubungan antara kedua negara kita selama ini sangat baik. Korsel merupakan mitra yang sangat penting bagi kami dalam kerja sama ekonomi," tambahnya. Setelah pertemuan, Prabowo kembali ke Indonesia pada Sabtu.