Laporan mengklaim kata sandi pengawasan Louvre adalah 'LOUVRE'

Laporan baru telah mengkritik Museum Louvre karena menggunakan kata sandi lemah untuk sistem pengawasan video-nya. Kata sandi tersebut konon hanya 'LOUVRE', yang menimbulkan kekhawatiran tentang postur keamanan institusi tersebut. Pengungkapan ini muncul di tengah diskusi yang lebih luas tentang kerentanan keamanan siber institusional.

Laporan tersebut menyoroti kelalaian signifikan dalam langkah-langkah keamanan Louvre, mengklaim bahwa kata sandi yang melindungi sistem pengawasan video-nya diatur menjadi 'LOUVRE'. Pilihan sederhana ini telah menarik kritik tajam, dengan para ahli menunjukkannya sebagai contoh praktik keamanan siber yang tidak memadai di salah satu institusi budaya utama di dunia.

Diterbitkan pada 8 November 2025, temuan tersebut menekankan perlunya protokol autentikasi yang lebih kuat di lingkungan sensitif seperti museum. Louvre, yang menjadi rumah bagi koleksi seni tak ternilai, menghadapi risiko yang lebih tinggi dari kerentanan semacam itu, meskipun detail spesifik tentang insiden terkait tetap tidak diungkapkan dalam laporan.

Analis keamanan telah lama memperingatkan terhadap penggunaan kata sandi yang mudah ditebak, terutama untuk sistem kritis. Kasus ini menjadi cerita peringatan bagi situs warisan budaya di seluruh dunia, menekankan pentingnya pertahanan digital yang kuat untuk melindungi aset fisik.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak