Satu tanda seru yang salah tempat di kernel Linux menyebabkan bug use-after-free yang memungkinkan pengguna tanpa hak istimewa untuk mendapatkan akses root. Celah tersebut, yang dilacak sebagai CVE-2026-23111, terdapat pada subsistem nf_tables yang digunakan untuk pemfilteran paket. Celah ini telah diperbaiki pada bulan Februari dan diterapkan kembali ke distribusi-distribusi utama.
Para peneliti di Exodus Intelligence merinci kerentanan tersebut dalam sebuah unggahan blog yang diterbitkan pada hari Senin. Bug ini berasal dari kesalahan dalam menangani peta putusan (verdict maps) dan elemen catchall selama proses penghapusan, yang memungkinkan penyerang untuk mengurangi penghitung referensi secara sembarangan dan membebaskan objek memori yang masih digunakan. Masalah ini memengaruhi sistem Debian dan Ubuntu. Exodus Intelligence melaporkan bukti konsep eksploitasi yang mencapai stabilitas lebih dari 99 persen pada sistem yang tidak aktif. FuzzingLabs sebelumnya telah mendemonstrasikan eksploitasi serupa pada bulan April. CVE-2026-23111 adalah salah satu dari beberapa celah peningkatan hak istimewa (privilege escalation) baru-baru ini di Linux. Jika dikombinasikan dengan eksploitasi lain, celah ini dapat melewati pertahanan sandbox.