Memasuki 2026, pasar investasi global diprediksi penuh peluang setelah performa solid saham di 2025. Sektor teknologi besar, AI, energi surya, serta minyak dan gas menjadi sorotan utama. Prediksi ini dirangkum dari Zacks, menjanjikan pertumbuhan portofolio yang cerdas dan aman.
Tahun 2025 menutup dengan kenaikan signifikan di pasar saham, di mana S&P 500 naik sekitar 16 persen dan Nasdaq 100 meningkat hampir 21 persen. Faktor pendorong utama adalah kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), yang dianggap sebagai transformasi bisnis terbesar sejak era internet. Selain itu, pertumbuhan pendapatan stabil dan likuiditas berlimpah mendukung harga aset secara keseluruhan.
Emas juga menonjol sepanjang 2025 dengan kenaikan harga sekitar 68 persen, sementara saham perusahaan tambang emas mengalami lonjakan lebih tinggi. Sebaliknya, Bitcoin mengalami penurunan sekitar 5 persen, meskipun minat institusi terhadapnya terus meningkat.
Untuk 2026, prediksi dari Zacks menyoroti enam sektor potensial. Pertama, perusahaan teknologi besar tetap dominan dengan pertumbuhan pendapatan kuat, profitabilitas meningkat, dan valuasi tinggi tapi wajar. Peluang meluas ke cloud computing, perangkat wearable, kendaraan otonom, robotika, dan inovasi teknologi lainnya.
Kedua, AI masih dalam fase infrastruktur, mirip pembangunan internet akhir 1990-an. Penggunaan AI di perusahaan mulai muncul, sementara aplikasi konsumen masih awal. Belanja modal AI global diproyeksikan melebihi US$500 miliar atau sekitar Rp8,35 kuadriliun pada 2026, menjadi penggerak utama industri teknologi.
Ketiga, energi surya muncul sebagai penggerak tenaga baru meski menghadapi tantangan politik. Efisiensi panel surya dan teknologi baterai meningkat pesat, dengan biaya modul fotovoltaik turun 90 persen dalam dekade terakhir. Biaya baterai lithium-ion juga anjlok 20 persen tahun lalu menjadi Rp1,8 juta per kilowatt-jam, memudahkan penyimpanan energi sepanjang hari.
Keempat, minyak dan gas tetap esensial. Permintaan gas alam naik pesat, sementara sentimen minyak berada di titik rendah siklus. Peningkatan kapasitas ekspor LNG AS dan permintaan domestik mendukung prospek positif sektor energi ini.
Sektor lain seperti emas, Bitcoin, dan kesehatan juga disebut berpotensi, meski detailnya menekankan diversifikasi untuk mengurangi risiko.