Sporting CP telah muncul sebagai penantang terkuat Portugal di fase liga UEFA Champions League 2025/26, meraih tujuh poin dari empat pertandingan. Benfica, sebaliknya, menghadapi perjuangan berat setelah empat kekalahan beruntun. Porto dan Braga tetap berada di posisi baik di Europa League.
Fase liga kompetisi Eropa UEFA telah mencapai titik tengahnya, dengan tim-tim Portugal yang telah memainkan empat pertandingan masing-masing. Sporting CP, juara bertahan Liga Portugal, telah membuat dampak terbesar di Champions League, melanjutkan performa Eropa kuat mereka dari babak knockout musim lalu.
Sporting memulai dengan kemenangan melawan debutan Kairat Almaty, diikuti kemenangan kandang atas Marseille dan hasil imbang tandang melawan Juventus. Kekalahan baru-baru ini dari Napoli mengecewakan, tetapi tim menciptakan peluang bagus, menunjukkan potensi untuk kemajuan jangka panjang. Dengan tujuh poin, Sporting menjadi favorit untuk mencapai babak playoff dan bisa membidik finis top delapan untuk melewati babak knockout awal. Penampilan berturut-turut di babak knockout akan sukses, dengan babak 16 besar sebagai target utama dalam format baru.
Kampanye Benfica justru kebalikannya, ditandai dengan empat kekalahan dari Qarabag, Chelsea, Newcastle United, dan Bayer Leverkusen. Mereka kebobolan delapan gol sambil hanya mencetak dua, keduanya di Estádio da Luz. Tanpa opsi untuk turun ke Europa League, Benfica membutuhkan pembalikan luar biasa. Pelatih José Mourinho harus memperkuat pertahanan dan menghidupkan kembali Vangelis Pavlidis, pencetak tujuh gol UCL tahun lalu. Kemenangan kunci mendatang melawan Ajax dan Napoli, plus kemenangan atas Juventus atau Real Madrid, akan sangat penting.
Di Europa League, Porto dan Braga dalam kondisi baik meskipun ada kekecewaan baru-baru ini, dan diposisikan untuk maju. Klub-klub Portugal jarang mendominasi Champions League, tetapi performa Sporting memastikan harapan nasional berlanjut hingga knockout 2026, berpotensi membawa perjalanan tak terlupakan.