Younghoon THE BOYZ bagikan rencana wajib militer

Younghoon dari THE BOYZ mengungkapkan dalam siaran langsung pada 14 Juni bahwa ia akan segera menjalani wajib militer selama kurang lebih satu setengah tahun. Penggemar menafsirkan pernyataannya tentang akan pergi sebagai referensi untuk pendaftaran militer.

Younghoon, yang lahir pada tahun 1997, menyampaikan komentar tersebut saat membahas kegiatan mendatang bersama para penggemar. Ia menyatakan bahwa dirinya akan pergi untuk sementara waktu, sebuah pernyataan yang dengan cepat membuat penggemar menyimpulkan bahwa yang dimaksud adalah wajib militer.

Sang pemimpin, Sangyeon, telah memulai wajib militernya pada Maret 2025. Para anggota THE BOYZ telah menjalankan kegiatan individu setelah sengketa hukum dengan agensi One Hundred, di mana sebagian besar anggota menerima putusan sela yang menangguhkan kontrak mereka.

Belum ada tanggal pendaftaran resmi yang diumumkan. Penggemar menyatakan dukungan mereka melalui pesan yang mendoakan agar ia menjalani masa baktinya dengan baik.

Artikel Terkait

Illustration of former President Yoon Suk Yeol being questioned by special counsel over martial law justification messages.
Gambar dihasilkan oleh AI

Ex-President Yoon questioned over messages justifying martial law

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Former President Yoon Suk Yeol was questioned Saturday by a special counsel team over allegations he directed messages to allies to justify his martial law declaration.

Lee Jun Young shared a handwritten letter on Instagram on June 14 announcing his military enlistment date. The actor and singer is scheduled to report for service on July 21.

Dilaporkan oleh AI

A court has granted an injunction sought by nine members of K-pop group The Boyz to suspend their exclusive contracts with agency One Hundred Label. The members cited failures in settlement payments and financial data provision. The attorney stated that trust between the parties had broken down irreparably due to the agency's fault.

A Seoul court on Friday sentenced a former Marine commander to three years in prison for his role in the 2023 death of a young Marine during a search operation.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak