Manajer timnas Inggris Thomas Tuchel telah memaparkan visinya untuk menjadikan Kansas City sebagai 'markas' tim selama fase grup Piala Dunia 2026, dengan menekankan penggunaan hotel kecil demi privasi dan kenyamanan di tengah jadwal perjalanan yang padat. Langkah ini menyusul permintaan sebelumnya dari FA agar Swope Soccer Village dijadikan lokasi latihan.
Melanjutkan permintaan Football Association (FA) pada bulan Januari kepada FIFA agar Swope Soccer Village menjadi pusat pelatihan utama Inggris, pelatih kepala Thomas Tuchel menjelaskan alasan mengapa Kansas City akan berfungsi sebagai 'rumah' bagi tim selama Piala Dunia 2026. Ia lebih memilih hotel yang lebih kecil dan privat dibandingkan tempat-tempat besar di AS, dengan alasan manfaat seperti privasi, udara segar dari jendela yang bisa dibuka, serta kualitas tempat tidur yang konsisten. 'Kami berusaha untuk (tetap di Kansas City) karena pada dasarnya itulah pilihannya, untuk memiliki rumah, memiliki tempat tidur yang biasa digunakan untuk tidur, memiliki tempat tidur dengan kasur yang nyaman, dan hotel yang memiliki privasi... sebuah hotel kecil,' ujar Tuchel menjelang turnamen.
Terlepas dari total jarak tempuh fase grup yang mencapai hampir 9.000 mil—dimulai pada 17 Juni melawan Kroasia di Arlington, Texas, kemudian melawan Ghana pada 23 Juni di Foxborough, Massachusetts, dan Panama pada 27 Juni di New Jersey—tim berencana untuk sering kembali ke Kansas City. Pemanasan pra-turnamen di Florida akan mencakup pertandingan melawan Selandia Baru dan Kosta Rika. Tuchel mencatat umpan balik positif dari para pemain mengenai jadwal yang dimulai lebih lambat namun padat: 'Saya mendapat umpan balik dari para pemain bahwa mereka menyukai jadwal yang dimulai belakangan, dan mereka menyukai bahwa jadwal kemudian menjadi padat sehingga tidak ada kesempatan untuk merasa bosan.' Ia menekankan pentingnya penggunaan pengaturan ini untuk membangun chemistry tim.