Pria asal Inggris mengaku bersalah atas skema peretasan kripto senilai 8 juta dolar

Tyler Robert Buchanan, pria berusia 24 tahun asal Dundee, Skotlandia, mengaku bersalah di pengadilan federal California atas dakwaan konspirasi melakukan penipuan kawat dan pencurian identitas dengan pemberatan. Jaksa menyatakan bahwa ia dan rekan-rekannya mencuri 8 juta dolar dalam bentuk mata uang virtual dari para korban di seluruh Amerika Serikat melalui serangan phishing. Ia menghadapi ancaman hukuman maksimal 22 tahun penjara pada sidang vonisnya tanggal 21 Agustus mendatang.

Tyler Robert Buchanan hadir di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California, di mana ia mengakui dakwaan yang diumumkan oleh Departemen Kehakiman AS. Skema tersebut beroperasi dari September 2021 hingga April 2023, menargetkan korban dengan pesan teks phishing yang disamarkan sebagai peringatan dari perusahaan atau pemasok mereka. Jaksa federal menjelaskan bahwa pesan-pesan tersebut memperingatkan tentang penonaktifan akun dan mengarahkan pengguna ke situs web palsu yang menangkap detail login untuk menguras dompet mata uang kripto. Menurut dokumen pengadilan, setidaknya 45 perusahaan di Amerika Serikat, Kanada, India, dan Inggris menjadi korban. Operasi ini menghasilkan 8 juta dolar dalam bentuk mata uang virtual curian dari para korban di Amerika. Rekan konspirasi Buchanan—Ahmed Hossam Eldin Elbadawy, 24 tahun, dari College Station, Texas; Evans Onyeaka Osiebo, 21 tahun, dari Dallas, Texas; dan Joel Martin Evans, 26 tahun, dari Jacksonville, North Carolina—masih berstatus sebagai terdakwa dan buron. Pihak jaksa menyoroti kasus ini di tengah meningkatnya kejahatan siber, seraya mencatat laporan FBI awal bulan ini yang mendokumentasikan kerugian di AS akibat penipuan semacam itu mencapai hampir 21 miliar dolar pada tahun 2025.

Artikel Terkait

Dramatic arrest scene of crypto theft suspect John Daghita on Saint Martin beachfront by FBI and French authorities.
Gambar dihasilkan oleh AI

Federal contractor's son arrested in caribbean over alleged crypto theft

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

John Daghita, son of a U.S. government contractor, was arrested on the island of Saint Martin for allegedly stealing $46 million in cryptocurrency from the U.S. Marshals Service. The arrest, conducted in a joint operation between the FBI and French authorities, followed allegations first raised by blockchain investigator ZachXBT in January. FBI Director Kash Patel announced the capture, emphasizing ongoing international cooperation to combat fraud.

Authorities in Scottsdale, Arizona, have arrested two teenagers accused of attempting to steal $66 million in cryptocurrency from a local home, a plot they say was orchestrated through extortion. The suspects, who traveled from California, posed as delivery drivers before entering the residence and restraining occupants. The case draws parallels to a 'Black Mirror' episode involving coerced crimes.

Dilaporkan oleh AI

A United States federal court has sentenced Nigerian national Matthew A. Akande to eight years in prison for leading a cyber fraud scheme involving $1.3 million.

Andean Medjedovic, a young Canadian accused of stealing millions in cryptocurrency, disappeared after his release from custody in Serbia. Authorities believe he may now be hiding in neighboring Bosnia. The case highlights challenges in tracking digital criminals across borders.

Dilaporkan oleh AI

South Korean authorities accidentally revealed the recovery phrase for a cryptocurrency wallet in a press release, leading to the theft of nearly $5 million in seized assets. The National Tax Service issued an apology and launched an investigation into the breach. This incident highlights ongoing challenges in securing digital currencies by law enforcement.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak