Dalam episode baru podcast Uncanny Valley, WIRED mengeksplorasi wawancara dengan CEO Palantir Alex Karp. Diskusi tersebut membahas pembelaan Karp terhadap kontrak kontroversial perusahaannya. Ia juga menganalisis bagaimana ideologi techno-state-nya memengaruhi Silicon Valley.
Editor besar WIRED Steven Levy baru-baru ini melakukan wawancara dengan Alex Karp, CEO Palantir. Selama percakapan, Karp membela kontrak perusahaannya dengan klien seperti ICE dan pemerintah Israel. Kemitraan ini menghadapi kritik yang semakin besar dalam beberapa tahun terakhir.
Wawancara tersebut menjadi dasar episode terbaru podcast Uncanny Valley milik WIRED, berjudul "In Alex Karp’s World, Palantir Is the Underdog." Dirilis pada 19 November 2025, episode ini berfokus pada aspek paling mengungkap dari respons Karp. Ia memeriksa bagaimana pandangannya tentang ideologi 'techno-state' membentuk tren yang lebih luas di industri teknologi, khususnya di Silicon Valley.
Palantir, yang dikenal dengan perangkat lunaknya dalam kecerdasan buatan dan analitik data, beroperasi di lingkungan yang sarat politik. Podcast ini menyoroti efek riak dari keyakinan Karp di seluruh sektor, menghubungkannya dengan perdebatan berkelanjutan tentang peran teknologi dalam pemerintahan dan masyarakat. Kata kunci yang terkait dengan episode termasuk uncanny valley podcast, Palantir, software, artificial intelligence, Silicon Valley, dan politics.