Mutasi

Ikuti

Eksperimen kloning tikus selama 20 tahun mengungkapkan bahwa klon mengembangkan mutasi genetik yang jauh lebih banyak dibandingkan tikus yang bereproduksi secara alami, yang terakumulasi hingga tingkat yang fatal setelah beberapa generasi. Para peneliti yang dipimpin oleh Teruhiko Wakayama di Universitas Yamanashi, Jepang, menemukan rata-rata lebih dari 70 mutasi per generasi klon, tiga kali lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan yang dipublikasikan dalam Nature Communications ini menimbulkan kekhawatiran terkait penerapan kloning dalam bidang pertanian, konservasi, dan upaya de-ekstingsi.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak