Hak Pemilih

Ikuti

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Minggu bahwa ia tidak akan menandatangani undang-undang apa pun sampai Undang-Undang Perlindungan Kelayakan Pemilih Amerika (SAVE) sampai ke mejanya. Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer merespons dengan bersumpah bahwa Demokrat akan memblokir RUU tersebut, menyebutnya 'Jim Crow 2.0' dan memperingatkan tentang penghilangan hak pilih. RUU tersebut, yang disahkan DPR pada Februari, mengharuskan bukti kewarganegaraan untuk pendaftaran pemilih dan membatasi opsi pemungutan suara melalui pos.

Dilaporkan oleh AI

A workshop in Kalaburagi criticized the Special Intensive Revision (SIR) process for disenfranchising millions of voters, making them feel like outsiders in their own country. Activists claimed it targets the poor, Dalits, and minorities. However, Election Commission data links actual deletions to deceased, migrated, or duplicate registrations.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak