Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Philadelphia menembak hingga tewas pacar ibunya di wajah pada 5 Maret setelah perselisihan domestik terkait kunjungan bayi baru lahir mereka. Insiden itu terjadi setelah anak laki-laki menyaksikan perkelahian fisik antara ibunya dan pria tersebut. Polisi melaporkan bahwa ibu dan anak sama-sama bekerja sama dengan penyidik di lokasi kejadian.
Pertembakan itu terjadi di sebuah rumah tinggal di Philadelphia, Pennsylvania, pada Kamis, 5 Maret. Jaimeer Jones-Walker, 30 tahun, diidentifikasi sebagai korban. Menurut polisi dan laporan lokal dari WPVI dan WCAU, Jones-Walker bertengkar dengan pacarnya mengenai hak kunjungan anak bayi baru mereka. Perselisihan itu meningkat menjadi serangan fisik di kamar tidur ibu, yang disaksikan oleh anak laki-laki tersebut. The boy then fired a single shot from a gun legally registered to his mother, striking Jones-Walker in the face. He was pronounced dead at the scene. Jones-Walker did not live at the residence, and the boy had been staying with another family member at the time. Both the mother and her son remained at the location and were questioned by authorities, who described them as cooperative. No arrests were made immediately following the incident, and it remains unclear whether the Philadelphia District Attorney's Office will pursue charges. Neighbors provided context on prior tensions. Shyreea Blocker, who lives nearby, told WCAU she had heard verbal arguments between the couple before, stating, “bertengkar dan berkelahi, tapi itu bukan hal baru bagi mereka. Sayang sekali. Seharusnya tidak seperti itu.” Another neighbor, Gilbert Blocker, expressed concern for the boy, saying, “Hal-hal yang akan ia derita di hatinya jika ia memiliki perasaan apa pun, akan bertahan padanya tidak hanya sekarang tapi seumur hidupnya.” Peristiwa ini diklasifikasikan di bawah tema kekerasan domestik dan penembakan fatal yang melibatkan anak.