Pengasuh berusia 30 tahun di Florida menghadapi tuduhan penyalahgunaan anak setelah diduga memukul wajah seorang bayi, meninggalkan memar yang terlihat. Sang ibu menemukan cedera tersebut saat menjemput dan melaporkan kepada pihak berwenang. Pemeriksaan medis mengonfirmasi bahwa bekas luka kemungkinan disebabkan oleh tangan orang dewasa.
Viviana Ortiz-Lopez, 30, ditangkap atas tuduhan penyalahgunaan anak tanpa luka serius menyusul insiden di rumahnya di blok 1300 SE 41st Court, Summerfield, Florida. Menurut pernyataan bersumpah Kantor Sheriff Kabupaten Marion, sang ibu menitipkan putri bayinya sekitar pukul 8 pagi hari Selasa. Sekitar lima jam kemudian, Ortiz-Lopez menelepon ibu tersebut untuk menjemput anaknya, dengan alasan tangisan yang tak henti-hentinya mengganggu anak-anak lain di rumah itu. 8000nSaat tiba sekitar pukul 1 siang, sang ibu melihat memar signifikan di wajah bayi, termasuk empat garis merah yang jelas konsisten dengan bekas tamparan, pembengkakan di hidung, dan memar yang meluas di bawah mata. Bekas-bekas itu kira-kira seukuran tangan orang dewasa, yang diamati para petugas dari foto yang disediakan orang tua. Ortiz-Lopez mengklaim bayi itu melukai dirinya sendiri dan menyarankan ibu memberikan sarung tangan untuk mencegah luka akibat diri sendiri. Orang tua membawa bayi ke rumah sakit, di mana dokter menyimpulkan cedera tersebut kemungkinan disebabkan oleh orang dewasa. Sang ayah menghubungi polisi, yang meninjau foto-foto dan mencatat memar yang tampak di sepanjang pipi kiri. Selama panggilan telepon terkendali yang dipantau petugas, Ortiz-Lopez menyangkal memukul anak itu. Dalam wawancara berikutnya, ia memberikan pernyataan kontradiktif, pertama mengatakan tidak melihat bayi awalnya karena tertutup selimut, kemudian mengklaim memar disebabkan bayi menggosok wajahnya ke selimut itu. Sepanjang waktu, ia tetap tenang. Bayi tersebut hanya dalam perawatan Ortiz-Lopez selama dua hari, direkomendasikan oleh teman bersama. Teman itu kemudian memberitahu ibu bahwa ia telah menarik anak-anaknya sendiri karena curiga penyalahgunaan tetapi tidak melaporkannya karena takut. Ortiz-Lopez ditahan di Penjara Kabupaten Marion.