Daniel Varnes, pria berusia 47 tahun asal Michigan, telah mengajukan no contest atas pembunuhan derajat dua, penyiksaan, dan penyembunyian kematian pacarnya yang tunanetra, Teressa M. Johnson. Ia menghadapi hukuman 32 tahun penjara atas kejahatan yang dilakukan di kamar motel Saginaw. Jenazah Johnson ditemukan setelah Varnes menunjukkannya kepada pengedar narkoba yang dihutanginya uang.
Pada 1 September 2024, otoritas menemukan jenazah Teressa M. Johnson yang dimutilasi di sebuah kamar di Rodeway Inn and Suites di blok 4900 St. Mary's Lane di Saginaw, Michigan, sekitar 100 mil barat laut dari Detroit. Penemuan itu terjadi setelah seorang pengedar narkoba, yang dihutangi Daniel J. Varnes sebanyak $60 untuk kokain crack, mengunjungi kamar tersebut atas undangan Varnes. Di dalam kamar, Varnes menunjuk ke arah sosok yang ditutupi selimut di atas tempat tidur dan berkata, «Kamu tahu persis apa itu,» sebelum mengungkap jenazah Johnson, yang tampak telah meninggal selama beberapa hari terakhir. Varnes mengklaim kepada pengedar itu bahwa Johnson meninggal akibat cedera yang dialaminya saat mengunjungi teman-teman sebelumnya dan menyarankan bahwa akan mudah membuang jenazahnya karena tak ada yang tahu bahwa Johnson bersamanya. Pengedar itu pergi dan menelepon 911. Polisi datang, dan Varnes melarikan diri berjalan kaki ke hutan terdekat, di mana ia ditemukan sekitar pukul 4 sore hari itu. Selama interogasi, Varnes mengakui melakukan berbagai tindakan kekejaman terhadap Johnson, termasuk memukulinya dengan tinju, sepatu bot, dan berbagai benda, serta menggunakan tang hidung runcing pada mulutnya untuk membungkamnya. Ia dilaporkan menyatakan bahwa ia telah «memukulinya habis-habisan» dan memukulnya setidaknya 10 kali. Penyidik menemukan barang-barang di kamar—gunting, ratchet, side cutters, obeng, dan tang—semuanya positif mengandung darah Johnson. Autopsi mengonfirmasi bahwa kematian Johnson disebabkan oleh berbagai cedera traumatis, baik yang baru maupun lama, disertai komplikasi terkait. Seorang tetangga yang tinggal berdampingan dengan Varnes selama lebih dari dua bulan mengatakan kepada WJRT bahwa ia melihat Varnes setiap hari tetapi tak memiliki indikasi adanya kekerasan. Varnes mengajukan no contest pada hari Selasa terhadap dakwaan-dakwaan tersebut dan menyetujui hukuman 32 tahun di fasilitas koreksional negara bagian. Sidang vonisnya dijadwalkan pada 13 April.