Pria Oregon didakwa setelah mengancam tetangga dengan senjata

Dustin Rotbart, penduduk Oregon berusia 40 tahun, menghadapi sejumlah tuduhan kejahatan berat karena diduga mengterrorisir tetangga dengan pisau, tongkat kejut listrik, busur dan anak panah, serta kendaraan. Pihak berwenang mengaitkan perilakunya dengan penggunaan jamur psikedelik dan masalah pribadi, termasuk pengajuan cerai. Ia ditangkap pada 23 Februari dan ditahan tanpa jaminan.

Dustin Rotbart, 40, ditangkap pada 23 Februari di Portland, Oregon, setelah laporan perilaku mengganggu terhadap tetangga. Ia saat ini ditahan di Multnomah County Detention Center tanpa jaminan, menghadapi tiga tuduhan penggunaan senjata secara melawan hukum, tiga tuduhan mengancam, dua tuduhan perampokan, dan satu tuduhan gangguan ketertiban umum. Penampilan pengadilan berikutnya dijadwalkan pada 13 April. Terjadi eskalasi insiden sejak Januari. Pada 19 Januari, polisi merespons laporan penembakan oleh Rotbart, yang diduga berada di bawah pengaruh jamur psikedelik. Petugas menemukannya tanpa busana, dengan jamur di kendaraannya serta senapan AR-15 dan revolver di garasinya. Keesokan harinya, 20 Januari, seorang hakim mengeluarkan perintah yang melarang Rotbart memiliki senjata mematikan, dengan alasan adanya bukti jelas risiko bagi dirinya atau orang lain. Ketegangan meningkat lagi pada 14 Februari di sebuah bisnis lokal, di mana Rotbart dilaporkan mengeluarkan pisau dan mengancam pengunjung, sambil bertanya, 'Apakah kamu ingin ditusuk? Apakah kamu ingin mati hari ini?' Seorang saksi mencoba melucuti senjatanya, dan mencatat bahwa Rotbart juga membawa tongkat kejut listrik. Rekaman pengawasan menangkap Rotbart mengejar saksi tersebut menuju apartemennya, meskipun pertemuan itu berakhir secara damai dengan tos. Penjaga pintu apartemen mengonfirmasi kejadian tersebut kepada polisi. Keesokan harinya, 15 Februari, penduduk melaporkan Rotbart mengarahkan busur dan anak panah ke rumah-rumah serta orang-orang di lingkungan setempat. Tindakan serupa terjadi seminggu sebelumnya di propertinya sendiri, tetapi tidak ada penangkapan saat itu. Tak lama setelah polisi pergi, ada panggilan lain: seorang wanita mengklaim Rotbart mencoba menabraknya dengan mobilnya. Bukti video menunjukkan kendaraannya melaju kencang menuju sekelompok pejalan kaki. Dokumen pengadilan mengaitkan tindakan Rotbart dengan penggunaan jamur psikedelik dan pengajuan cerai oleh istrinya, yang menyebabkan ia diusir. Ia diduga merusak pintu rumah mereka dan melempar sebuah buku ke arahnya, dengan AR-15 ditemukan di mobilnya saat itu. Tujuh tetangga menulis surat yang menyatakan kekhawatiran atas keselamatan mereka, merinci pola perilaku termasuk menembakkan sekitar 20 peluru dari senjata api, serangan verbal, dan pesta keras di pagi hari. Mereka menyebutkan telah mengubah rutinitas harian dan menjaga anak-anak di dalam rumah sebagai akibatnya.

Artikel Terkait

Dramatic illustration of Border Patrol agent firing at SUV ramming patrol vehicle in Portland gang-related incident, wounding driver and passenger.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pria Venezuela didakwa setelah menabrak kendaraan Patroli Perbatasan saat pemberhentian Portland; dua luka oleh tembakan agen

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Jaksa federal mengatakan Luis David Nino-Moncada, warga Venezuela yang digambarkan otoritas sebagai rekan geng Tren de Aragua, berulang kali menabrak kendaraan Patroli Perbatasan yang kosong selama pemberhentian terarah di Portland, Oregon, memicu agen menembak dan melukainya serta seorang penumpang. Nino-Moncada didakwa dengan penganiayaan berat terhadap petugas federal dan merusak properti federal, menurut Departemen Kehakiman AS.

Reggie Townsend, warga Oregon berusia 34 tahun yang baru dibebaskan dari penjara, menghadapi tuduhan pembunuhan tingkat satu atas kematian Kolton Esparza. Pihak berwenang menuduh Townsend menyiksa dan memukuli pria tunawisma itu dengan batu dan sepatunya di dekat Eulolona Trailhead di Klamath County. Saudara perempuan Townsend, Jamie Harrington, didakwa pembunuhan tingkat dua atas perannya mengangkut korban.

Dilaporkan oleh AI

Chad Michael Westover dijatuhi hukuman 25 tahun penjara atas pembunuhan tingkat dua terhadap tetangganya Tristan Salvatore Thomas selama perselisihan di kompleks apartemen dekat Portland, Oregon. Tusukan fatal terjadi pada 21 September 2024, setelah konfrontasi awal mengenai parkir sepeda motor meningkat menjadi kekerasan. Thomas, pekerja pos di luar jam kerja, meninggal akibat luka-lukanya pada 3 Oktober 2024.

In Rostock, a 31-year-old man carrying a knife triggered a police operation on a tram. The heavily intoxicated individual was detained without injuries. Police noted indications of drug use.

Dilaporkan oleh AI

A 68-year-old man was detained in La Plata for allegedly murdering his 45-year-old neighbor during Christmas celebrations, following a dispute over fireworks in the Aeropuerto neighborhood. The aggressor fired from his apartment, and one projectile fatally struck the victim. Neighbors protested by setting fire to the suspect's car, prompting a police deployment.

Seorang pria Florida berusia 60 tahun ditangkap karena penganiayaan berat setelah mengancam penjual kaki lima churro dengan tongkat bisbol aluminium. Insiden itu terjadi pada awal November 2025 di South Miami Heights, Miami. Penjual tersebut melaporkan merasa takut kehilangan nyawa setelah ancaman itu.

Dilaporkan oleh AI

A man in his mid-30s has been sentenced by Örebro District Court for assaulting his ex-girlfriend on two occasions in their apartment in northern Örebro County. On one occasion, the woman became unconscious following repeated blows and kicks to her head and body.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak